Tracheostomy adalah prosedur bedah yang menciptakan lubang (stoma) di leher menuju trakea (tenggorokan). Prosedur ini dilakukan untuk berbagai alasan, mulai dari kesulitan bernapas hingga kebutuhan untuk memfasilitasi ventilasi mekanis jangka panjang. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang tracheostomy, meliputi teknik, indikasi, perawatan, dan potensi komplikasi.
Indikasi Tracheostomy
Tracheostomy dilakukan ketika pasien mengalami kesulitan bernapas atau membutuhkan dukungan pernapasan jangka panjang. Beberapa indikasi umum untuk tracheostomy meliputi:
- Obstruksi Jalan Napas Atas: Kondisi seperti tumor, edema (pembengkakan), atau benda asing yang menghalangi aliran udara ke paru-paru.
- Kebutuhan Ventilasi Mekanis Jangka Panjang: Pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan menggunakan ventilator untuk periode yang lama (misalnya, akibat cedera otak, stroke, atau penyakit paru-paru kronis). Tracheostomy dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi perawatan jangka panjang.
- Kegagalan Pernapasan: Kondisi yang menyebabkan kesulitan bernapas yang parah, seperti pneumonia berat atau sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).
- Neuromuscular Disorders: Penyakit yang memengaruhi otot-otot pernapasan, seperti ALS (amyotrophic lateral sclerosis) atau myasthenia gravis, yang dapat menyebabkan kelemahan otot dan kesulitan bernapas.
- Perawatan Saluran Napas yang Sulit: Pasien dengan kesulitan mengelola sekresi atau membutuhkan akses yang mudah ke saluran napas untuk aspirasi atau perawatan lainnya.
Tahukah Anda? Sekitar 10% pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) membutuhkan tracheostomy untuk membantu pernapasan mereka.
Teknik Tracheostomy
Prosedur tracheostomy biasanya dilakukan oleh dokter bedah atau spesialis perawatan kritis. Ada beberapa teknik yang digunakan, tetapi prinsip dasarnya tetap sama:
- Persiapan: Pasien diposisikan dengan leher diekstensikan. Area leher dibersihkan dan didesinfeksi.
- Insisi: Dokter bedah membuat sayatan horizontal atau vertikal di leher, di atas tulang rawan trakea.
- Diseksi: Otot-otot dan jaringan di sekitarnya dipisahkan untuk mencapai trakea.
- Pembukaan Trakea: Dokter bedah membuat lubang (stoma) pada trakea. Bentuk dan ukuran stoma bervariasi tergantung pada teknik yang digunakan.
- Pemasangan Tabung Tracheostomy: Tabung tracheostomy dimasukkan ke dalam stoma. Tabung ini memiliki cuff (balon) yang dapat dikembangkan untuk mencegah kebocoran udara dan aspirasi.
- Fiksasi: Tabung diamankan dengan pita tracheostomy yang diikat di sekeliling leher pasien.
Terkadang, tracheostomy dapat dilakukan secara darurat di tempat tidur pasien (bedside tracheostomy), sementara yang lain direncanakan dan dilakukan di ruang operasi. Penting untuk diingat bahwa keberhasilan tracheostomy sangat bergantung pada keterampilan dan pengalaman tim medis.
Perawatan Tracheostomy
Perawatan tabung tracheostomy sangat penting untuk mencegah infeksi, menjaga kepatenan saluran napas, dan memastikan kenyamanan pasien. Perawatan rutin meliputi:
- Pembersihan Stoma: Area di sekitar stoma harus dibersihkan secara teratur dengan larutan saline steril untuk mencegah infeksi.
- Penggantian Balutan: Balutan di bawah flens tabung harus diganti secara teratur untuk menyerap sekresi dan menjaga kebersihan.
- Pembersihan Tabung Bagian Dalam (Inner Cannula): Jika tabung memiliki inner cannula, inner cannula harus dibersihkan secara teratur (biasanya beberapa kali sehari) untuk menghilangkan sekresi yang mengering dan mencegah obstruksi.
- Penghisapan (Suctioning): Pasien mungkin perlu dihisap untuk mengeluarkan sekresi dari saluran napas, terutama jika mereka tidak dapat batuk secara efektif.
- Penggantian Tabung: Tabung tracheostomy perlu diganti secara berkala, sesuai dengan rekomendasi dokter.
- Evaluasi Cuff: Jika tabung memiliki cuff, tekanan cuff harus dievaluasi secara teratur untuk mencegah kerusakan trakea.
Perawatan yang cermat dan konsisten sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan pasien mendapatkan manfaat maksimal dari tracheostomy.
Komplikasi Tracheostomy
Meskipun tracheostomy adalah prosedur yang relatif aman, ada beberapa potensi komplikasi yang perlu diwaspadai:
- Infeksi: Infeksi pada area stoma atau saluran napas adalah komplikasi yang umum. Tanda-tanda infeksi meliputi kemerahan, nyeri, pembengkakan, dan keluarnya nanah.
- Perdarahan: Perdarahan dapat terjadi selama atau setelah prosedur.
- Obstruksi Tabung: Tabung tracheostomy dapat tersumbat oleh sekresi, gumpalan darah, atau edema.
- Dislokasi Tabung: Tabung dapat bergeser keluar dari trakea, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
- Kerusakan Trakea: Tekanan dari cuff tabung atau iritasi dari tabung dapat menyebabkan kerusakan pada trakea, seperti nekrosis (kematian jaringan) atau stenosis (penyempitan).
- Granuloma: Pertumbuhan jaringan granulasi di sekitar stoma dapat menyebabkan iritasi dan kesulitan bernapas.
- Masalah Bicara dan Menelan: Tracheostomy dapat memengaruhi kemampuan pasien untuk berbicara dan menelan.
Komplikasi dapat diminimalkan dengan perawatan yang tepat dan pemantauan yang cermat. Jika Anda mengalami gejala komplikasi, segera hubungi dokter Anda.
Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Perawatan Tracheostomy
Dalam konteks perawatan tracheostomy, aspek K3 sangatlah penting, baik bagi pasien maupun tenaga medis yang merawat. Prosedur ini melibatkan risiko infeksi, cedera, dan paparan terhadap bahan berbahaya. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip K3 menjadi krusial untuk memastikan lingkungan yang aman dan sehat.
PT. Ayana Duta Mandiri, sebagai perusahaan yang berfokus pada penyediaan jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau HSE, menawarkan berbagai layanan yang dapat mendukung penerapan K3 dalam perawatan tracheostomy. Pelatihan K3 yang komprehensif, seperti pelatihan dasar K3, memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko terkait prosedur medis, termasuk tracheostomy.
Selain itu, “>konsultasi dan pelatihan yang dapat membantu Anda dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam berbagai aspek perawatan kesehatan.