You are currently viewing K3 Pertambangan | PT. Ayana Duta Mandiri

K3 Pertambangan | PT. Ayana Duta Mandiri

Pelatihan K3 Pertambangan

Kondisi medan yang cukup berat sangat beresiko bagi pekerja tambang. Tak hanya itu, pekerja dituntut melaksanakan tugas dengan tepat. Jika terjadi kesalahan atau lalai, maka mengancam keselamatan diri.

Dalam industri pertambangan juga, segala aktivitas yang ada di dalamnya, terutama aktivitas teknis, memiliki risiko yang cukup besar untuk terjadinya kecelakaan kerja. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri, sebab aktivitas pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi.

Namun pada prinsipnya, segala bentuk kecelakaan kerja yang mungkin saja dapat terjadi tentu saja disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu lingkungan kerja yang tidak aman serta kondisi kurang prima dari para pekerjanya. Dari kesadaran tersebutlah, industri pertambangan harus senantiasa menyiapkan tenaga ahli K3 yang akan bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya.

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian penting dalam pengimplementasian perilaku aman di tempat kerja. Manajemen ini dapat dijadikan pedoman keselamatan kerja yang harus diadopsi oleh setiap kegiatan perindustrian, tidak terkecuali industri pertambangan.

Penerapan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan merupakan hal mutlak yang harus menjadi jaminan dari perusahaan pertambangan kepada para pekerjanya. Segala upaya tersebut tidak lain demi memastikan aktivitas operasional perusahaan atau industri pertambangan tetap berjalan dengan efektif. Sebab, keefektifitasan sistem operasional sangat bergantung pada kondisi pekerja teknisnya. Oleh karena itu, resiko dapat diminimalkan dengan K3 pertambangan.

Perlunya Penerapan K3 pada Industri Pertambangan

Dalam melakukan aktivitas tambang, K3 menjadi aspek yang tidak boleh diremehkan. Karena hal tersebut mengatur kesehatan, keselamatan, keamanan dan kesejahteraan karyawan. Keberadaannya akan melindungi seluruh pekerja pada industri tambang.

Selain itu, K3 juga dapat mempengaruhi kondisi lingkungan kerja. Sehingga menjadi tanggung jawab moral sebuah perusahaan. Penjelasan berikut menunjukkan betapa pentingnya keselamatan kerja di pertambangan.

  • Meningkatkan Kesadaran terhadap Keselamatan Kerja

Meski pemerintah telah menetapkan peraturan tentang K3, masih banyak pertambangan yang lalai. Sehingga terjadi kelonggaran terhadap peraturan. Dengan begitu, karyawan akan menganggap remeh keselamatan diri saat bekerja. Padahal resiko terjadi kecelakaan kerja sangat tinggi.

Penekanan aturan keselamatan dan kesehatan kerja membuat para pekerja lebih peduli. Ini juga merupakan bentuk perlindungan yang diberikan oleh perusahaan. Karena seluruh elemen pertambangan berkaitan erat dengan segala aspek. Baik itu lingkungan alam maupun sosial.

Sosialisasi dan penerapan K3 membantu karyawan menyadari adanya kecelakaan kerja. Sehingga mereka dapat melakukan pencegahan dan bekerja sesuai dengan prosedur. Oleh karena itu, bahaya bisa dikendalikan lebih awal.

  • Menambah Wawasan tentang Kecelakaan Kerja

Bekerja di area pertambangan identik dengan pekerjaan berat. Bukan hanya medan yang sulit, tapi juga peralatan dan teknologi yang digunakan. Butuh ketelitian untuk mengoperasikan alat. Jika terlewat sedikit, bahaya bisa menimpa. Bahkan paling buruk bisa menghilangkan nyawa.

Kecelakaan kerja yang terjadi pada area tambang cukup tinggi. Mengingat tugas yang diemban sangat kompleks. Dengan adanya K3 pertambangan, pekerja akan mengetahui sebesar apa bahaya yang terjadi. Juga potensi bahaya yang sering kali muncul. Sehingga karyawan akan selalu berhati-hati dalam bertindak. Agar terhindar dari kecelakaan kerja yang bisa merenggut nyawa.

  • Mengurangi Stres Pekerja

Dengan menekankan keamanan saat bekerja, secara tidak langsung menciptakan budaya K3. Memperhatikan keselamatan bukan menguntungkan perusahaan. Tapi juga bermanfaat bagi karyawan. Fasilitas keselamatan yang terpenuhi dengan baik, membuat pekerja aman melaksanakan tugas.

Jam kerja yang teratur akan membuat pekerja pulang lebih cepat. Sehingga mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kiranya, waktu lembur juga dimanfaatkan secara efektif. Jadwal lembur yang tidak menyiksa sangat berguna menunjang kesehatan fisik dan mental. Sehingga para pekerja merasa nyaman dan stres terkelola dengan baik.

  • Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Pertambangan yang berani menjamin terlaksananya K3 terbukti unggul. Kinerja perusahaan cenderung meningkat. Sehingga selalu bergerak menuju arah lebih baik. Prestasi perusahaan ini tak lepas dari campur tangan pekerja yang merasa aman.

Sistem manajemen keselamatan kerja yang baik membuat performa individu meningkat. Karena lingkungan kerja juga terasa lebih nyaman. Jaminan yang diberikan perusahaan memicu semangat untuk selalu disiplin.

  • Menjaga Loyalitas Karyawan

Tidak dapat dipungkiri, bekerja pada sektor pertambangan digaji dalam jumlah besar. Tapi, ada yang lebih penting dari hal tersebut. Yaitu, bagaimana perusahaan memberi jaminan keselamatan dan keamanan. Pekerja akan nyaman saat bekerja dengan peralatan yang memadai. Juga senang mendapatkan garansi kesehatan.

Penerapan K3 pertambangan yang ketat tidak membuat jengah. Justru karyawan bisa bekerja dengan tenang. Kesehatan fisik dan mental tetap terjaga sehingga muncul rasa puas. Karyawan yang percaya pada perusahaan yang menaunginya,

  • Menjaga Citra Perusahaan Tambang

Usaha tambang, bukanlah sebuah pekerjaan kecil. Baik dari perusahaan dan setiap karyawan melakukan kegiatan besar. Terlebih lagi, perusahaan tambang sering kali disorot namanya. Karena memanfaatkan kekayaan alam sebagai ladang bisnis. Nama perusahaan sangat mudah dikenali.

Dalam mengembangkan usaha tak lepas dari branding. Agar mendapatkan pembeli dan kerja sama dengan mitra berjalan lancar, perlu reputasi yang baik. Ini berlaku juga saat merekrut karyawan. Tentu saja, pertambangan yang memiliki citra baik sangat diidam-idamkan.

Pengelolaan K3 sendiri menjadi bagian yang wajib dilaksanakan. Sistem keselamatan yang baik menyebabkan citra perusahaan meningkat. Karena pegawai merasa terlindungi saat melaksanakan pekerjaannya. Pengalaman baik tanpa disadari akan menyebar. Sehingga memberikan dampak positif bagi nama perusahaan.

  • Menurunkan Tingkat Kerugian

Tanggung jawab pertambangan bukan hanya pada karyawan, tapi juga lingkungan. Itu juga termasuk dalam aturan keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga dampak negatif oleh aktivitas tambang dapat dikurangi.

Bayangkan saja, jika perusahaan yang menggugurkan K3. Akan ada banyak kecelakaan kerja dalam area tambang. Kerusakan lingkungan juga terjadi karena pencemaran. Sementara kecelakaan kerja dan rusaknya lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan.

Jelas, perusahaan wajib mengeluarkan dana lebih untuk mengatasi masalah. Kerugian yang dialami bisa lebih besar daripada biaya operasional. Dengan kondisi ini, pertambangan terancam gulung tikar.

Sistem K3 pertambangan mengatur seluruh keselamatan kegiatan pengambilan sumber daya. Penerapan jaminan keselamatan dapat mengurangi kecelakaan kerja. Tanggung jawab terhadap lingkungan bisa lebih diperhatikan. Sehingga kerugian perusahaan dapat ditekan.

Resiko yang Perlu Dicegah dengan Aturan K3 Pertambangan

Perusahaan perlu memerlukan analisis terhadap resiko K3. Ini dilakukan sebelum dilaksanakannya peraturan K3 itu sendiri. Setelah itu, perusahaan bisa melakukan evaluasi. Maka kemungkinan kecelakaan kerja dapat ditemukan. Sehingga akan diupayakan penanganan yang tepat. Ada beberapa resiko yang bisa saja terjadi dalam dunia pertambangan, yakni:

  • Kebakaran

Jenis usaha pertambangan cukup beragam. Tapi semua kategori memiliki resiko kebakaran. Karena area tambang memiliki unsur yang dapat memicu menjalarnya api. Musibah ini menjadi sebuah tantangan besar.

Kebakaran bahkan bisa sering terjadi. Tidak ada yang mengenal kapan dan berasal darimana. Bahkan fasilitas yang tidak lagi digunakan bisa menjadi pemicu utamanya. Mesin bahan peledak, instalasi listrik, dan mekanik juga mendatangkan potensi kebakaran.

  • Longsor atau Runtuhan

Tanah yang telah dikeruk atau dibuat terowongan rentan mengalami longsor. Bekas ledakan untuk membuka tanah juga menjadi pemicu runtuhan. Ini juga dipengaruhi oleh kondisi tanah yang dikerjakan.

  • Ledakan

Sangat mungkin terjadi ledakan saat bekerja di area tambang. Ini disebabkan oleh tingginya tekanan udara. Saat ada nyala api, meskipun kecil akan membentuk kepulan asap hitam. Ledakan besar akan memperparah kondisi. Tidak hanya memakan korban, tapi juga merugikan perusahaan.

Gas yang tertahan dalam saluran pipa atau terowongan bisa keluar. Ini disebabkan oleh getaran kendaraan berat atau kompresor. Akibatnya, gas tersebut membentuk awan di udara terbuka. Gumpalan gas yang kasat mata memiliki daya ledak. Jika ada pemicu maka terjadi ledakan sehingga muncul api yang cukup besar.

  • Kontaminasi Zat Kimia

Pertambangan sarat dengan pemakaian gas. Pada kondisi tertentu juga membutuhkan bahan kimia. Tentu saja zat yang digunakan cukup berbahaya bagi kesehatan. Saat terjadi kebocoran, maka gas atau zat kimia bercampur dengan udara.

Upaya yang Dilakukan Perusahaan Untuk Menerapkan K3 Pertambangan

Peraturan K3 sebenarnya telah diatur oleh negara. Untuk melindungi pekerja tambang, pemerintah Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan Energi pasal 5 ayat 1 no. 555.K/26/M.PE/1995. Dalam peraturan ini menjelaskan pemangku perusahaan pertambangan bertanggung jawab pada kegiatan operasional.

Untuk itu, setiap kegiatan tambang wajib dilakukan secara sehat. Prosedur keselamatan harus dijalankan. Bahkan stakeholder dan seluruh pihak yang berhubungan langsung, wajib melaksanakan K3 ini. Upaya yang bisa dilakukan perusahaan agar tercipta kondisi yang aman, antara lain:

  • Membentuk Tim K3

Perusahaan tambang beroperasi dalam skala besar. Luas area perusahaan pun cukup besar. Sehingga perlu membentuk tim khusus menangani masalah K3. Dengan begitu, tim akan fokus menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Tentunya sebagai tim atau komite, sebaiknya mengerti sistem K3 di industri tambang.

  • Melakukan Sosialisasi pada Karyawan

Meski telah dibentuk komite, bukan berarti sukses menjalankan K3. Karena tidak semua karyawan sadar terhadap aturan keselamatan kerja. Sehingga tidak mengetahui hak-hak apa saja yang didapatkan.

Cara yang bisa dipraktekkan pertama kali adalah sosialisasi. Langkah ini sebaiknya dikenalkan saat penerimaan karyawan baru. Sehingga karyawan baru memperoleh pengetahuan lebih awal. Juga sebagai bentuk peringatan agar hati-hati dalam bekerja. Sosialisasi membantu tim memastikan aturan berjalan semestinya.

  • Memberi Fasilitas Training K3

Setiap karyawan berhak mendapatkan wawasan tentang K3. Tentu bagi tim khusus, pelatihan dari perusahaan sangat penting. Mengingat program ini memerlukan penanganan lebih sehingga memerlukan orang-orang yang kompeten dalam bidangnya. Terlebih lagi jika kecelakaan kerja terjadi, perlu petugas ahli. Tujuannya agar dapat melakukan investigasi dengan tepat.

  • Menentukan Standar Perlengkapan dan Peralatan Kerja

Alat-alat yang digunakan untuk operasional tambang sangat beresiko. Segala piranti memang khusus dibuat di area ini. Perlengkapan dan peralatan menggunakan teknologi canggih. Sehingga perlu perhatian khusus dalam mengoperasikannya.

Segala alat yang digunakan harus sesuai dengan standar. Sehingga dapat mengurangi kecelakaan. Bayangkan jika alat tidak sesuai standar yang berlaku. Bisa saja terjadi musibah yang merugikan karyawan dan perusahaan.

Untuk memastikan kelayakan perlengkapan, komite K3 harus mengecek. Pengecekan dilakukan secara berkala. Agar dapat menentukan tindakan selanjutnya. Jika ada alat yang tidak sesuai standar, maka dilakukan perbaikan atau tidak digunakan kembali. Keputusan ini mengacu pada peraturan sistem manajemen K3.

Selain itu, karyawan perlu sertifikasi pengoperasian alat. Karena karyawan tertentu yang berhak menggunakan alat berat yang beresiko tinggi. Training atau sertifikasi ini menyiapkan karyawan menjadi tenaga ahli. Sehingga dapat diandalkan untuk mengoperasikan alat dengan tepat.

  • Pemantauan Area Kerja

Menghasilkan lingkungan kerja yang sehat tidak bisa secara instan. Perlu pemantauan secara berkelanjutan pada area kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan karyawan memahami K3. Peraturan yang dijalankan menjaga kualitas karyawan.

Dari pemantauan tersebut, perusahaan menilai produktivitas. Jika K3 berjalan baik, maka terjadi kenaikan kinerja. Evaluasi dilakukan terus menerus agar operasional tambang membaik. Petugas yang melaksanakan pengecekan dapat mengumpulkan bukti yang relevan.

PT. Ayana Duta Mandiri sebagai layanan penyedia jasa pelatihan K3 di berbagai bidang, dapat menjadi pilihan yang tepat untuk membantu industri pertambangan dalam mengimplementasikan budaya K3 dalam industrinya. Perusahaan ini tentunya telah memiliki begitu banyak pengalaman sebagai konsultan manajemen dalam hal pengoptimalan dan penerapan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tidak terkecuali pada bidang Pertambangan.

Penjelasan di atas merupakan sedikit gambaran tentang K3 pertambangan. Beragam aspek menyangkut keselamatan dan keamanan wajib dipenuhi oleh perusahaan. Kebijakan ini semata-mata diterapkan demi kebaikan karyawan dan perusahaan. Jika dapat berkerja sama maka tercipta lingkungan kerja yang kondusif.

Leave a Reply