Ayana Duta Mandiri

Gambar Technical Training

Pengembangan sumber daya manusia pada suatu industri atau perusahaan sangat erat kaitannya dengan hasil kerja SDM tersebut. Namun hal tersebut bukan berarti jauh atau lepas dari tanggungjawab perusahaan bersangkutan.Untuk itu, dibutuhkan suatu upaya penilaian untuk mengukur kinerja dari SDM yang ada, lalu memberikan bekal pengembangan diri untuk setiap SDM yang ada melalui pelatihan.

Pelatihan karyawan dilakukan dalam upaya agar para karyawan tersebut dapat memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaannya masing-masing.Contoh pelatihan yang paling umum yang diberikan, yaitu pelatihan secara technical atau technical training, seperti pelatihan mekanik, komunikasi, pelayanan prima, kepemimpinan, dan lain sebagainya.

Bentuk-bentuk Training Pengembangan SDM

Secara garis besar, ada 2 jenis layanan pelatihan yang dapat diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawan atau tenaga kerjanya dalam upaya pengembangan SDM di lingkungan kerja, yaitu pelatihan yang sifatnya technical dan non-technical. Pelatihan non-technical umumnya dilakukan untuk membentuk perilaku terhadap setiap karyawan atau tenaga kerja yang ada.Meskipun pelatihan ini mencangkup hal yang tak boleh disepelekan, namun penyelenggaraannya dapat dilakukan sesuai dengan kondisi atau kebutuhan perusahaan.

Sementara itu, bentuk technical training atau pelatihan yang sifatnya technical sudah seharusnya dilakukan oleh perusahaan sedini mungkin. Sebab, hal tersebut tak hanya untuk pengembangan SDM saja, tapi juga untuk menjamin kegiatan atau aktivitas dalam perusahaan dapat berjalan seefektif mungkin dan sesuai dengan tuntutan kerja masing-masing pekerjanya.

Penyelenggaraan Technical Training

Selain jenis dan sifatnya, pelatihan atau training yang dapat diberikan kepada karyawan juga bisa dibedakan ke dalam 2 kategori, yaitu on the job training dan off the job training. Kedua jenis training ini memiliki teknik pelaksanaan yang berbeda-beda. On the job training umumnya dapat dilakukan di tempat kerja sesungguhnya, contohnya pada karyawan magang dan rotasi pekerjaan. Sedangkan off the job training dilakukan pada waktu diluar waktu kerja regular, seperti Workshop dan Seminar.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan jenis-jenis pelatihan ini, maka penyelenggaraannya harus dengan melibatkan berbagai ahli yang memang telah handal di bidangnya, terutama jika menyangkut technical training, seperti training mekanik, konstruksi, listrik, dan lain sebagainya.

Salah satu layanan pendidikan dan pelatihan yang dapat dijadikan rujukan dalam hal ini yaitu PT. Ayana Duta Mandiri. Selain telah berpengalaman sebagai konsultan manajemen di hampir semua bidang yang berhubungan dengan keamanan dan keselamatan lingkungan kerja, perusahaan ini juga telah sering berkonstribusi dalam mewujudkan budaya safety dan manajemen yang baik di lingkungan kerja, terutama di lingkungan perindustrian.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka Diskusi
Ada yang bisa dibantu??
Hallo
Ada yang bisa dibantu?