You are currently viewing Training K3 Kemnaker Scaffolding | Sertifikasi Kemnaker
Training K3 Kemnaker Scaffolding | Sertifikasi Kemnaker

Training K3 Kemnaker Scaffolding | Sertifikasi Kemnaker

Apa Itu Scaffolding?

Bagi orang awam, istilah scaffolding terasa asing. Scaffolding adalah sebuah alat bangunan yang bersusun. Peralatan atau platform ini biasa dipakai dalam bidang konstruksi. Alat ini memiliki peran yang cukup penting dalam proyek konstruksi. Karena sangat membantu pekerjaan. Perangkat ini juga disebut dengan alat perancah.

Sifat alat ini hanya sementara. Sehingga bisa dibongkar saat pekerjaan selesai. Scaffolding dipakai sebagai penyangga pekerja konstruksi, bahan bangunan, dan perlengkapan kerja lain. Selain untuk mengerjakan proyek konstruksi, bangunan ini juga dimanfaatkan untuk pembongkaran dan pemeliharaan.

Susunan perancah ini berupa tiang-tiang yang saling berkaitan. Sehingga membentuk sebuah sistem modular yang cukup kuat untuk menopang beban. Meski begitu, resiko penggunaannya cukup tinggi. Karena pekerja bisa mengalami cidera jika tidak berhati-hati. Oleh sebab itu, manajemen K3 konstruksi harus berjalan. Sudah menjadi aturan wajib pekerja konstruksi mengikuti Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Agar mendapatkan sertifikasi Kemnaker resmi untuk bertugas.

Dalam Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Dijelaskan Jenis Scaffolding yang Sering Dipakai

Struktur bangunan perancah harus kuat agar bisa menyangga beban berat. Kebutuhan akan alat ini tergantung dari apa yang dikerjakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemilik proyek. Biasanya, perancah dibuat dengan cara merakit. Sehingga bisa dibuat secara mendadak. Oleh karena itu, pemilik proyek sebaiknya menugaskan seorang ahli scaffolding. Karena mendapatkan bekal Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) scaffolding.

Sertifikasi Kemnaker menjadi syarat wajib bagi bekerja konstruksi untuk menjalankan tugas. Mengingat alat perancah bukanlah sembarang perangkat. Platform ini terbuat dari besi atau pipa yang cukup beresiko jika salah pasang. Tapi, tak dapat dipungkiri, pemilik proyek juga menggunakan bahan lain sebagai alternatif. Bergantung pada kebutuhan. Lebih jelasnya, berikut jenis perancah yang umum digunakan.

  • Supported Scaffolding

Tiang perancah ini disusun mulai dari bawah hingga atas. Tiang digunakan sebagai penyangga utama. Kondisi lantai kerja harus kokoh untuk memasang perancah ini. Perlu susunan pondasi yang kuat agar alat ini dapat berpijak. Karena berupa tiang, supported scaffolding berbentuk seperti rangka.

Pembuatan kerangka ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang. Karena memiliki struktur yang kompleks dan berbahaya. Terlebih lagi tiang-tiang yang digunakan cukup tinggi dan berat. Dibutuhkan petugasahli yang mengantongi sertifikasi Kemnaker untuk merakit platform ini. Karena petugas tersebut telah melewati Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding.

  • Suspended Scaffolding

Perancah ini terdiri dari bagian yang cukup rumit. Terdapat tali penggantung yang sangat kuat, Angkor pengaman dan sangkar gantung. Bentuk sangkar gantung menyerupai balkon. Sehingga pada bagian tepi memiliki pagar pengaman yang mengelilinginya. Tapi, tidak terdapat penyangga di bawahnya. Alat ini bekerja dengan mesin yang akan menggerakkan kabel baja.

Suspended scaffolding ini dibutuhkan saat tidak memungkinkan menggunakan perancah yang menempel pada lantai atau tanah. Sehingga dapat menjangkau area yang lebih tinggi. Karena potensi bahayanya besar, alat ini hanya dioperasikan oleh pekerja yang mengantongi sertifikasi Kemnaker. Untuk memperoleh surat izin resmi, pekerja wajib mengikuti Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding terlebih dahulu.

  • Aerial Lifts

Aerial lifts berbentuk seperti kotak yang dikelilingi oleh pembatas. Bentuknya menyerupai keranjang. Keranjang ini dapat mengangkat pekerja hingga bagian atas. Alat ini sering dipakai untuk mengakses beberapa tingkat. Ini menyebabkan pekerja dapat menjangkau setiap ketinggian yang diperlukan secara otomatis.

Perancah ini memiliki sistem otomatis. Sehingga pekerja dapat naik turun dengan mudah. Akan tetapi, pengoperasiannya membutuhkan ketelitian. Karena jika salah, bisa menimbulkan kecelakaan kerja yang parah. Untuk itu, pekerja membutuhkan kemampuan khusus. Penting bagi perusahaan untuk memfasilitasi Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Karena pekerja ahli harus lolos sertifikasi Kemnaker sebagai syarat mutlak.

  • Mobile Scaffolding

Alat perancah konstruksi ini sangat diandalkan untuk pekerjaan yang berpindah-pindah. Tiang-tiang penyangganya terpasang roda yang dilengkapi pengunci untuk keamanan. Agar mudah berpindah, bagian roda ditambahi dengan lapisan karet. Perancah ini hanya digunakan pada permukaan lantai yang datar dan rata.

Jika dipaksa bekerja pada permukaan kasar, mobile scaffolding dapat menyebabkan bahaya. Sehingga penting bagi pekerja konstruksi memahami karakter dari platform yang digunakan. Pengetahuan ini bisa didapatkan melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Selain diajarkan penggunaan perancah, dibahas juga tentang keselamatan dalam bekerja.

  • Ladder Scaffolding

Ladder Scaffolding bisa dibilang sebagai alat perancah yang sederhana. Alat ini hanya terdiri dari tiang penyangga yang dilengkapi tangga. Tidak ada pengaman khusus yang ditambahkan. Sehingga hanya digunakan untuk jenis pekerjaan yang ringan. Meski begitu, pekerja perlu Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Bukan hanya untuk mendapatkan sertifikasi Kemnaker, tapi juga memahami pentingnya kenyamanan dalam bekerja.

  • Steel Scaffolding

Perancah pendukung pengerjaan konstruksi ini berbahan besi baja. Tiang baja berguna sebagai penyangga setiap komponennya. Berdasarkan materialnya, perancah ini cukup kuat. Bisa dibilang memiliki daya tahan yang handal. Bahkan mudah dibangun dan dibongkar. Ketahanan terhadap api cukup tinggi.

Meski begitu, alat ini perlu dibuat oleh orang yang ahli. Pekerja yang memiliki sertifikasi Kemnaker sangat dianjurkan. Karena mereka telah mendapat training K3 Kemnaker Scaffolding. Sehingga bisa memasang dan membongkar perancah dengan aman. Ini sudah menjadi ketentuan mutlak saat berperan sebagai tenaga kerja beresiko tinggi.

  • Wooden/Bamboo Scaffolding

Perancah dari bambu atau kayu sudah banyak digunak. Alat ini sering dipakai saat pembangunan rumah maupun renovasi. Hanya saja, kekuatannya masih diragukan. Kayu yang dipasang mudah patah dan kurang kuat menahan beban terlalu berat.

Cara pemasangan yang tepat sangat diperlukan. Sehingga tenaga profesional sangat dibutuhkan. Karena bekerja menerapkan training K3 Kemnaker Scaffolding. Lebih baik lagi jika mengantongi izin sertifikasi Kemnaker.

Alasan Perlunya Sertifikasi Kemnaker Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding

Pernah mendengar sertifikasi Kemnaker? Bagi orang awam mungkin masih asing. Bagi pekerja pada bidang khusus, seperti pengguna perancah ini sangat diperlukan. Untuk mendapatkan surat izin resmi ini tidaklah mudah. Tapi, bisa dijalankan dengan baik melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Tentu saja ada alasan penting dibalik sertifikat ini.

  • Tingkat Kecelakaan Kerja Tinggi

Pekerjaan yang membutuhkan peralatan scaffolding sangat rawan kecelakaan kerja. Resiko yang dihadapi pekerja sangat tinggi. Jika tidak memperhatikan K3, pekerja bisa jatuh dari ketinggian, tertimpa benda jatuh dan platform roboh. Untuk mencegahnya, maka pekerja perlu mendapatkan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Pelatihan ini merupakan syarat dasar untuk mendapatkan sertifikasi Kemnaker.

  • Mematuhi Peraturan Pemerintah Tentang K3

Kecelakaan kerja merupakan musibah yang sering terjadi pada area kerja. Pengguna scaffolding pada konstruksi juga beresiko tinggi. Untuk menekan angka kecelakaan, pemerintah mengatur pelaksanaan K3 melalui Undang-undang dan Peraturan Pemerintah. Pemerintah mewajibkan perusahaan memberi fasilitas training K3 Kemnaker Sacaffolding. Juga menghimbau hanya memperkerjakan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi Kemnaker.

  • Meningkatkan Kesadaran K3 pada Pekerja

Melalui training K3 Kemnaker Scaffolding, pekerja akan diajarkan bagaimana bekerja secara aman. Dengan mengikuti pelatihan, pekerja yang menyadari pentingnya K3 di lingkungan kerja semakin bertambah. Sehingga mampu bekerja dengan memikirkan keselamatan diri dan orang lain.

  • Pekerjaan Ditangani oleh Tenaga Ahli

Seiring dengan meningkatnya tugas dan tanggung jawab, seorang pekerja memerlukan training K3 Kemnaker Scaffolding sesuai dengan levelnya. Pelatihan ini menjadikan pekerja semakin berpengalaman dan ahli. Sehingga pembuatan, pembongkaran, perawatan dan perbaikan scaffolding ditangani oleh tenaga ahli.

Bekerja pada bidang yang beresiko memang membutuhkan nyali besar. Karena tugas yang dikerjakan tidak main-main. Meski hanya berbentuk rangka, scaffolding juga memilii potensi kecelakaan kerja yang besar. Sebelum bekerja, sebaiknya bekali diri dengan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Scaffolding. Sehingga mendapatkan izin resmi dengan sertifikasi Kemnaker.