You are currently viewing Training K3 Kemnaker Pesawat Angkat Angkut | Sertifikasi Kemnaker
Training K3 Kemnaker Pesawat Angkat Angkut | Sertifikasi Kemnaker

Training K3 Kemnaker Pesawat Angkat Angkut | Sertifikasi Kemnaker

Dalam pekerjaan konstruksi, pertambangan dan manufaktur sering kali membutuhkan alat yang disebut pesawat angkat angkut. Sebagian perangkat kerja ini termasuk dalam mesin atau alat berat. Sehingga memiliki potensi bahaya yang tinggi. Ahli K3 sangat dibutuhkan untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan alat. Tenaga yang mengoperasikannya pun wajib mengantongi sertifikasi Kemnaker. Bekal keselamatan kerja bisa ditingkatkan melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut.

Tentang Permenaker Nomor 8 Tahun 2020

Membahas tentang K3 Pesawat Angkat Angkut, pemerintah mengaturnya dalam Permenaker Nomor 8 Tahun 2020. Aturan ini merupakan bentuk pembaruan dari peraturan sebelumnya, yaitu Permenaker No. Per-05/MEN/1985 perihal Pesawat Angkat Angkut dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per-09/MEN/VII/2010 yang berisi tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat Angkut.

Perubahan ini dilakukan karena peraturan lama kurang selaras dengan perkembangan hukum. Selain itu, tidak memenuhi kebutuhan syarat keselamatan dan kesehatan kerja pada pesawat angkat angkut. Maka dari itu, sangat diperlukan peraturan baru yang menyesuaikan perkembangan dan kondisi kerja di lapangan.

Peraturan yang baru disahkan ini terdiri dari 10 Bab. Total berjumlah 249 halaman, sudah termasuk lampiran. Di dalamnya dibahas tentang pengertian pesawat angkat angkut, persyaratan K3 peralatan angkat angkut hingga pengawasan terhadap pesawat angkat angkut. Bisa dikatakan bahasan dalam peraturan ini dibuat lengkap.

Petugas yang terlibat dalam pesawat angkat angkut menjadi hal yang menarik. Dalam peraturan tersebut disebutkan hanya tenaga kompeten yang boleh mengoperasikan alat. Selain itu, ahli K3 perlu ditempatkan untuk mengawasi pelaksanaan K3 dilakukan dengan benar.

Menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk memfasilitasi Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut. Karena sertifikasi Kemnaker menjadi patokan wajib bagi pekerja ahli.

Ikuti Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Dijelaskan Juga Jenis Pesawat Angkat Angkut

Menurut pengertian, pesawat angkat angkut merupakan alat kerja yang difungsikan untuk memindahkan dan mengangkatbeban. Beban tersebut bisa barang maupun orang. Alat ini mampu bergerak secara horizontal dan vertikal berdasarkan jarak tertentu.

Tidak bisa sembarang pekerja yang mengoperasikan alat ini. Sebelumnya, pekerja perlu dibekali dengan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut. Sehingga mengantongi sertifikasi Kemnaker yang digunakan sebagai surat izin bertugas. Dengan begitu, pekerja akan mengetahui jenis pesawat angkat angkut yang biasa digunakan dalam bidang kerjanya.

  • Peralatan Angkat

Peralatan angkat merupakan alat kerja yang dipasang atau dibuat untuk mengangkat dan menurunkan muatan. Sistem konstruksi alat ini dibuat secara khusus. Sehingga dapat memudahkan pekerjaan, terutama mengakut dan menurunkan barang, orang dan bahan baku. Contoh dari alat ini adalah lift (elevator) dan dumb waiter.

Alat ini bekerja berdasarkan jarak, berat dan besar tertentu. Sehingga dapat memindahkan benda di luar kemampuan manusia. Alat ini membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan dari tenaga ahli yang memiliki sertifikasi Kemnaker. Karena tenaga tersebut telah melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut. Ini menjadi syarat mutlak bagi pekerja yang sering bekerja menggunakan alat berat.

  • Pita Transport

Pekerja manufaktur pasti sangat akrab dengan pita transport. Pesawat ini merupakan alat untuk memindahkan barang secara berulang atau kontinyu. Dilengkapi dengan pita sebagai penahan beban. Terdapat bagian rantai atau tali yang menggerakkan alat ini. Para pekerja sering menyebut pesawat angkut ini sebagai conveyor.

Untuk mengoperasikan alat ini dibutuhkan pengetahuan teknis. Terlebih lagi, sekarang ini manufaktur telah mengembangkan alatnya menjadi lebih modern. Dalam pekerjaan yang lebih berat, seperti pertambangan dan konstruksi, dibutuhkan pekerja yang kompeten. Sehingga Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut sangat dibutuhkan.

  • Pesawat Angkutan di Atas Landasan dan di Atas Permukaan

Pesawat ini berfungsi untuk memindahkan beban dari suatu tempat ke tempat lain. Bahkan pada beberapa alat mampu menaikkan dan menurunkan barang. Alat ini dioperasikan dengan kemudi yang berada di dalam maupun luar alat. Untuk memindahkan barang, alat angkut ini bergerak pada permukaan lantai atau tanah. Sehingga membutuhkan landasan agar pesawat ini dapat bergerak.

Perlu keahlian untuk mengoperasikan alat ini dengan baik. Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut menjadi syarat mutlak dari pemerintah. Dengan sertifikasi Kemnaker, baik operator maupun ahli K3 diharapkan mampu bekerja secara aman. Mengingat, alat ini dapat menimbulkan kecelakaan kerja dan kerugian.

  • Alat Angkutan Jalan Ril

Istilah ini sebenarnya bukan hal yang asing. Karena alat angkat angkut ini masih sering terlihat. Sesuai dengan namanya, pesawat ini merupakan angkutan yang bisa bergerak diatas ril. Fungsinya sama seperti pesawat lain, yaitu mengangkut dan memindahkan muatan. Hanya saja, memerlukan jaringan atau jalur sebagai perlengkapannya. Contoh yang umum adalah gerbong kereta, kereta barang dan traktor.

Jalur riil dan perlengkapan pengangkut ini dipasang permanen sesuai dengan jenis kendaraan. Alat ini dapat dikendalikan oleh manusia. Tapi memerlukan ketelitian saat mengoperasikannya. Agar tidak terjadi kesalahan dan kecelakaan. Karena kendaraan ini memiliki sistem mekanik. Hanya petugas yang telah mengikuti training K3 Kemnaker Pesawat Angkat Angkut yang boleh menjalankannya. Dan harus lolos uji sertifikasi Kemnaker sesuai peraturan Pemerintah.

Tujuan Sertifikasi Kemnaker Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut

Meski bekerja pada bidang dan area yang sama, tidak sembarang pekerja yang boleh menjalankan pesawat muatan. Karena seluruh peralatan kerja ini berpotensi terhadap kecelakaan kerja. Bencana tidak hanya menimpa diri sendiri, tapi juga orang atau barang yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut menjadi hal dasar. Pemerintah sendiri mewajibkan peserta lolos sertifikasi Kemnaker dengan mempertimbangkan berbagai tujuan.

  • Menumbuhkan Upaya K3 dengan Pengembangan Teknik

Manajemen K3 merupakan upaya dalam melindungi seluruh pekerja dari kecelakaan kerja. Dalam pelaksanaannya telah diatur oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Peraturan Pemerintah terkait. Sehingga bekal dasar keselamatan ini harus dikuasai oleh para pekerja. Terutama pekerja yang setiap hari bersinggungan dengan resiko kerja tinggi.

Lantas mengapa sertifikasi Kemnaker penting dalam pesawat angkat angkut? Jelas sekali karena perlatan kerja ini menimbulkan bahaya yang tinggi. Sementara K3 tidak bisa dilakukan dengan himbauan saja. Pekerja perlu mendapat Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut. Dari sini, pekerja akan mendapatkan bekal berupa pengembangan secara teknikal.

  • Menguatkan Pelaksanaan dan Penilaian Kelayakan Pesawat Angkat Angkut

Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut membantu pekerja memahami pengoperasian alat secara teknis. Sehingga dapat mempraktikkan dengan benar saat terjun di area kerja. Baik ahli K3 dan operator akan lebih memperhatikan kondisi alat yang digunakan.

Dengan begitu, hanya bisa menggunakan pesawat yang memenuhi standar. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bekerja. Tentunya sertifikasi Kemnaker perlu diperbarui dalam jangka waktu tertentu.

  • Meningkatkan Kemampuan Tenaga Ahli dan Petugas K3

Tidak semua orang bisa menjadi petugas K3. Meski pekerja itu berasal dari lulusan dengan jurusan sama. Karena pengalaman dan kemampuan sangat menentukan bidang kerja ini. Itulah mengapa sertifikasi Kemnaker perlu menjadi pegangan bagi ahli K3. Sertifikat tersebut menjadi bukti Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut. Sebagai jalan meningkatkan kemampuan dan kelayakan.

  • Mendapatkan Sertifikat Resmi Sebagai Bukti Kompetensi Tenaga Ahli K3

Untuk lolos uji sertikasi Kemnaker, pekerja harus mengikuti training K3. Maka wajib bagi operator dan petugas K3 mendapat training K3 Kemnaker Pesawat Angkat Angkut. Pelatihan ini disesuaikan dengan bidang kerjanya. Sehingga peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Kemnaker sebagai tanda kesipan menjalankan tugas.

Potensi kecelakaan kerja yang tinggi terhadap penggunaan pesawat angkat angkut, menjadi dasar pentingnya K3. Terlebih lagi, dalam pengoperasiannya memerlukan pendekatan teknis yang harus dipahami oleh operator. Materi dalam Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pesawat Angkat Angkut sebaiknya dijadikan bekal utama. Demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Jadi, bukan hanya untuk mengejar sertifikasi Kemnaker saja.