You are currently viewing Training K3 Kemnaker Deteksi Gas | Sertifikasi Kemnaker
Training K3 Kemnaker Deteksi Gas | Sertifikasi Kemnaker

Training K3 Kemnaker Deteksi Gas | Sertifikasi Kemnaker

Kemampuan mendeteksi gas sangat diperlukan bagi industri. Terlebih lagi jika sektor industri tersebut memiliki ruangan terbatas atau tempat yang berhubungan dengan gas, seperti pertambangan, pembangkit nuklir dan perusahaan gas alam. Tentunya, perusahaan memiliki kriteria khusus bagi pekerja. Syarat utama, pekerja harus mengantongi sertifikasi Kemnaker. Sudah menjadi kewajiban perusahaan memberi Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas.

Manfaat Sertifikasi Kemnaker Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas

Sebagai upaya menanggulangi kecelakaan kerja, pemerintah membuat program training K3 Kemnaker Deteksi Gas. Bahkan hal ini menjadi syarat mutlak yang harus ditaati perusahaan. Karena pekerjaan mendeteksi gas membutuhkan keahlian. Perusahaan perlu merekrut pekerja yang kompeten pada bidangnya. Sertifikasi Kemnaker merupakan lisensi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Berikut ini manfaat yang bisa pekerja dapatkan.

  • Mengerti Undang-Undang dan Peraturan Bekerja pada Ruang Terbatas

Pendeteksi gas sering ditemukan pada industri yang memiliki ruangan terbatas. Ruangan terbatas (confined space) merupakan sebuah ruangan yang besar dan luas. Pekerja bisa masuk dan keluar pada ruangan ini. Tapi, tidak didesain sebagai area kerja. Contoh ruang terbatas, antara lain tangki air, bejana, pipa gas, bunker dan lubang yang memiliki kedalaman minimal 1.5 meter.

Potensi bahaya pada tempat ini sangat besar. Bahkan bisa menyebabkan kematian pekerja. Dalam UU No. 1 Tahun 1970, dijelaskan bahwa setiap kegiatan kerja wajib melindungi keselamatan dan keamanan tenaga kerja, orang lain dan benda yang berhubungan dengan produksi.

Sementara itu, pekerjaan dalam ruang terbatas diatur dalam Keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. 113/DJPPK/IX/2006. Aturan merupakan pedoman dan bahan pembinaan teknis petugas K3 pada ruang terbatas. Training K3 Kemnaker Deteksi menyiapkan personil K3 yang andal. Petugas diizinkan memeriksa ruangan jika mengantongi izin sertifikasi Kemnaker.

  • Mengenali Jenis Gas Berbahaya

Didalam ruangan terbatas, kondisi udara tidak bisa dipastikan. Terdapat gas kimia yang berbahaya bagi kesehatan pekerja. Tentu hal ini harus dihindari. Karena bisa selain menyebabkan kecelakaan kerja, kesehatan pekerja akan terganggu. Gas beracun Hidrogen Sulfida (H2S) dan Sulfur Dioxide (SO2) biasanya memenuhi area ini.

Karena ruangan tidak boleh dimasuki oleh sembarang pekerja, besar kemungkinan kadar oksigen tidak normal. Tak jarang keberadaan gas kimia menimbulkan bau yang menyengat. Pekerja harus serius saat mengikuti Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas. Karena gas menjadi penyebab tertinggi kecelakaan kerja pada ruang terbatas. Pekerja yang lolos akan mendapatkan lisensi resmi sertifikasi Kemnaker.

  • Mampu Melaksanakan Pengukuran Gas

Pekerja ruangan terbatas perlu menguasai pengukuran gas. Kemampuan ini sangat penting dilakukan. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui seberapa bahaya gas yang ada di dalam ruangan. Pengujian udara ini dilakukan sebelum pekerja memasuki ruangan. Ini merupakan upaya pencegahan dari bahaya yang mungkin timbul.

Dalam Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas, pekerja ahli akan diajarkan cara pengukuran gas yang tepat. Berbagai metode bisa diterapkan pada pengujian udara. Pekerja juga akan diberikan pengetahuan bekerja dengan alat detektor gas. Sehingga mengetahui kondisi gas segera. Peserta yang lolos uji sertifikasi Kemnaker mendapatkan lisensi resmi bertugas.

  • Dapat Mengendalikan Gas Berbahaya

Kemampuan yang perlu dimiliki oleh petugas ahli K3 deteksi gas adalah mengendalikan gas berbahaya. Maksudnya, petugas bisa menimbang kondisi ruangan terbatas dalam kondisi aman atau tidak. Jika terjadi kelebihan kadar gas berbahaya, maka dapat ditangani segera.

Keahlian ini tentu memerlukan pengetahuan da pengalaman yang mumpuni. Keterampilan ini bisa ditempa melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas. Pelatihan yang sesuai dengan bidang kerja memberi kesempatan pada tenaga ahli lebih serius dalam bekerja.

Aturan Bekerja di Ruangan Terbatas Dirinci dalam Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Pekerjaan di ruanganterbatas tidak digunakan sebagai area kerja berkelanjutan. Oleh karena itu, ada kemungkinan tempat ini jarang dikunjungi. Pemeliharaan dan pemeriksaan hanya dilakukan oleh tenaga ahli. Untuk memasuki area ini, petugas harus mengantongi sertifikasi Kemnaker. Pemberian sertifikat terjadi setelah melaksanakan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas. Terdapat aturan yang harus dipahami pekerja di ruangan terbatas.

  • Mematuhi Syarat K3 Dalam Melaksanakan Pekerjaan

Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam bekerja pada ruang terbatas. Karena area ini memiliki potensi kecelakaan yang sangat besar. Tim petugas berkewajiban melakukan identifikasi dan evaluasi K3.

Industri yang memiliki area terbatas ini harus menginformasikan kepada seluruh karyawan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan mencegah tindakan sembrono pekerja yang bukan di bidang ini. Petugas deteksi gas perlu memasang tanda bahaya sebagai sayarat keselamatan dan keamanan. Tanda tersebut harus berisi pesan singkat yang mudah dimengerti.

  • Mencantumkan Aspek Khusus Dalam Ruang Terbatas

Petugas yang mengantongi izin sertifikasi Kemnaker memiliki tanggung jawab khusus. Ia memiliki wewenang dalam pengelolaan area ini. Termasuk memastikan ruangan terbatas telah mendapatkan izin khusus. Petugas ahli berkewajiban mengembangkan pengetahuan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas. Juga mengimplementasikan program ruangan terbatas.

Perlu langkah tertentu agar tidak sembarang orang masuk pada area ini. Sebelum memasuki area, pendeteksi gas perlu mengidentifikasi bahaya. Untuk memastikan tim ahli masuk dengan aman. Peralatan yang dibutuhkan saat bekerja di dalam ruang terbatas harus lengkap. Kondisi peralatan kerja sudah dipastikan sesuai standar terlebih dahulu.

  • Memiliki Sistem Perizinan Ruang Terbatas

Kepemilikan ruangan terbatas perlu mendapatkan izin tertulis. Sistem ini termasuk dalam bentuk prosedur yang dirancang oleh petugas ahli. Catatan tertulis ini terdiri dari dokumen persiapan, izin pelaksanaan kegiatan dan izin penghentian kegiatan dalam ruangan terbatas. Seluruh kegiatan ini harus mendapatkan persetujuan dari ahli K3.

Petugas yang ditunjuk juga perlu mengantongi sertifikasi Kemnaker. Jika tidak, maka tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan di ruangan terbatas. Lisensi resmi akan diberikan setelah pekerja melaksanakan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas. Tujuannya untuk mencegah melakukan pekerjaan di luar prosedur.

  • Memberikan Training Kemnaker K3 Deteksi Gas dan Tenaga Ahli

Perusahaan wajib memfasilitasi petugas ahli dengan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas. Hal ini pun sudah tercantum dalam Undang-Undang. Agar pekerja ahli memiliki keterampilan dan kemampuan yang kompeten dalam bidangnya. Di Indonesia, sertifikasi Kemnaker menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh pekerja ruang terbatas.

Pelatihan sebaiknya dilakukan sebelum pekerja yang ditunjuk mulai melaksanakan tugas. Jika terjadi perubahan tugas, maka pelatihan perlu dilaksanakan kembali. Karena setiap terjadi perubahan, maka wewenang pun menjadi berbeda.

  • Membuat Perencanaan Penyelamatan

Sudah menjadi tugas ahli K3 ruangan terbatas untuk mengidentifikasi potensi bahaya. Terkadang, meski sudah berusaha melakukan pencegahan, tapi ada saja kecelakaan. Untuk itu, diperlukan tindakan penyelamatan segera. Sikap tanggap darurat perlu direncanakan untuk mencegah dampak yang lebih besar.

Dalam hal ini kemampuan tim penyelamat sangat diandalkan. Kecakapan ini perlu bekal melalui training K3 Kemnaker Deteksi Gas. Karena bidang pekerjaannya membutuhkan keahlian khusus. Sertifikasi Kemnaker membantu tim bekerja secara aman.

Pekerjaan yang berhubungan dengan gas membutuhkan keterampilan dan kemampuan yang mumpuni. Sementara pekerjaan di ruangan terbatas rentan terpapar gas berbahaya. Untuk mengendalikan ini, perlu tim ahli K3 yang bersertifikasi Kemnaker. Dengan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Deteksi Gas, pekerja dilatih menjadi tim yang andal.