You are currently viewing Training K3 Kemnaker Alat Berat | Sertifikasi Kemnaker
Training K3 Kemnaker Alat Berat | Sertifikasi Kemnaker

Training K3 Kemnaker Alat Berat | Sertifikasi Kemnaker

Alat berat sudah umum dalam dunia industri. Alat yang mendukung pekerjaan ini cenderung terlihat pada proyek konstruksi dan pertambangan. Kedua sektor industri ini sangat mengandalkan mesin untuk kegiatan operasional. Karena tergolong dalam pekerjaan yang melakukan aktivitas dan mengangkut material berat.

Penggunaan alat berat disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Perangkat ini terdiri dari sistem mekanis yang dapat bergerak menggunakan tenaga sendiri, ditarik dan diam di tempat. Pengoperasian mesin berat ini harus memperhatikan aspek keselamatan kerja. Sehingga penting bagi pekerja mengantongi izin sertifikasi Kemnaker. Sementara, perusahaan wajib memberi Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat.

Hindari Potensi Bahaya dengan Mengikuti Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat

Mengoperasikan alat berat tidak mudah dilakukan. Karena setiap mesin memiliki karakternya sendiri. Sehingga pekerja harus menguasai bidang kerjanya secara teknis. Hal ini membuat Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat sangat penting. Sertifikasi Kemnaker menjadi syarat utama yang harus dimiliki pekerja. Mengingat, resiko yang ditimbulkan sangat berbahaya. Berikut ini potensi bahay yang bisa terjadi saat bekerja dengan alat berat.

  • Terjepit atau Jatuh dari Alat Berat

Kemungkinan terjepit atau jatuh dari alat berat terbilang cukup tinggi. Bahkan kasus seperti ini sering terjadi. Posisi terjepit bisa terjadi saat pekerja berada di dalam maupun di luar mesin. Pekerja yang kurang hati-hati bisa terjatuh dari alat berat. Meski begitu, luka yang muncul bisa cukup parah.

Pengoperasian alat berat harus dilakukan oleh operator yang kompeten. Pekerja yang berpengalaman dianggap layak menjalankan alat berat di area kerja. Pengalaman ini perlu ditunjang dengan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat. Dengan sertifikasi Kemnaker sebagai surat izin resmi pengoperasian alat.

  • Tabrakan Alat Berat dengan Benda di Sekitar

Cara pengoperasian yang salah menyebabkan tabrakan dengan benda sekitar. Bisa juga terjadi tabrakan antar alat berat yang dikemudikan. Ini menjadi kecelakaan kerja yang sering ditemui. Akibatnya tidak main-main, nyawa pekerja bisa melayang.

Saat mengoperasikan alat berat, perlu memperhatikan kondisi sekitar. Agar benda-benda sekitar tidak tertabrak. Area kerja harus aman dan jauh dari kerumunan manusia. Sehingga tidak ada salahnya memberi peringatan terlebih dahulu sebelum beroperasi.

Pengamatan lokasi dilakukan oleh operator dan petugas berwenang untuk memastikan lingkungan sekitar terkendali. Hanya petugas bersertifikasi Kemnaker yang ditunjuk mengerjakan tugas. Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat dapat menambah pengetahuan bekerja sambil memperhatikan K3.

  • Terkena Runtuhan Material

Alat berat termasuk dalam kategori pesawat angkat angkut. Melihat dari kelompoknya, jelas kendaraan ini digunakan untuk mengangkut dan memindahkan muatan. Sementara kapasitas muatan tergolong cukup berat. Meskipun mesin yang digunakan memiliki spesifikasi berbeda. Tak tanggung-tanggung, berat material yang mampu diangkut mencapai puluhan hingga ratusan ton.

Jika pengambilan muatan dan posisi pengangkutan kurang tepat, maka beresiko terkena runtuhan material. Posisi operator, baik di dalam maupun luar kendaraan terbilang tidak aman. Karena runtuhan material bisa langsung mengenai tubuh. Material yang jatuh mengenai body kendaraan pun bisa menyebabkan luka yang serius.

Oleh karena itu, proses pengangkutan material harus tepat. Alat berat yang digunakan sudah sesuai dengan kapasitasnya. Melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat, operator akan mendapatkan pengetahuan teknis. Ini akan membantu pekerja mendapatkan lisensi resmi jika lolos uji sertifikasi Kemnaker.

  • Terlindas

Kecelakaan kerja yang paling mengerikan adalah terlindas alat berat. Kejadian ini tidak hanya membuat tubuh cedera. Pada beberapa kasus menyebabkan cacat tubuh. Bahkan pada kecelakaan yang serius dapat merenggut nyawa pekerja. Tentu saja ini sangat tidak diinginkan. Apalagi, kabar buruk ini bisa menjadi hal yang berat bagi keluarga korban.

Agar tidak menumbuhkan kesedihan bagi pekerja dan sekitarnya, kecelakaan kerja perlu dicegah. Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) alat berat menjadi bekal utama. Agar pekerja dapat mengoperasikan alat sesuai prosedur keselamatan K3. Ini juga menjadi syarat operator memperoleh sertifikasi Kemnaker. Sebagai bukti kelayakan kompetensi pekerja yang handal dan berpengalaman.

  • Tersengat Listrik

Selain prinsip mekanis, alat berat juga tersusun atas sistem kelistrikan. Prinsip kerja yang tersusun rapi ini terdiri dari sistem yang kompleks. Tapi, hal ini seringkali terlupa. Pekerja hanya fokus pada teknologi mekanik tanpa mempertimpangkan potensi tersengat listrik. Sengatan bisa beresiko tinggi jika alat berat berdekatan dengan saluran listrik. Mesin yang dapat menghantarkan listrik ini dapat menyerang siapapun yang menyentuhnya.

Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat membantu pekerja mencegah bahaya ini. Karena dalam pelatihan diajarkan penggunaan alat berat secara teknis. Ini akan membuat operator lebih berhati-hati. Sehingga lebih awas terhadap peralatan kerjanya.

Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Alat Berat

Penggunaan alat berat dapat membantu pekerjaan pada industribesar. Pengangkutan material menjadi lebih cepat dan efektif. Hanya saja, resiko kecelakaan kerjanya juga sangat tinggi. Musibah ini tidak bisa dihindari dan terjadi secara tiba-tiba. Untuk itu, penyebab kecelakaan kerja perlu diketahui lebih dini.

  • Kondisi Area Kerja yang Tidak Aman

Penggunaan alat berat ditujukan untuk mengerjakan pekerjaan khusus. Oleh karena itu, berbeda dengan mesin lain. Jenisnya pun cukup banyak. Salah satu yang perlu diperhatikan saat mengoperasikannya adalah kondisi area kerja. Peralatan ini bekerja secara maksimal jika kondisi sekitar aman. Area yang kurang aman, bisa menyebabkan kecelakaan kerja yang serius.

  • Kelalaian Petugas

Lalai dalam bekerja disebut dengan human error. Ini merupakan penyebab tertinggi dari kecelakaan kerja pada alat berat. Operator kurang memperhatikan keselamatan kerja. Tidak mengikuti prosedur pengoperasian juga termasuk bentuk kelalaian. Untuk meningkatkan kesadaran K3, diperlukan Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat. Pekerja yang lolos ujian sertifikasi diperbolehkan mengoperasikan mesin.

  • Kerusakan pada Alat Berat

Kerusakan yang terjadi pada alat berat bukan hanya yang terlihat. Terkadang ada kecacatan yang tak terlihat secara kasat mata. Terlebih lagi kondisi rangkaian yang ada di dalam mesin. Komponen-komponen kecil dalam mesin seringkali terabaikan. Asal bisa berjalan normal, berarti alat bisa digunakan. Padahal anggapan ini salah. Justru dari maslah kecil bisa menimbulkan kecelakaan kerja.

Untuk itu, perawatan rutin perlu dilakukan. Sehingga kerusakan yang tak disadari dapat terlihat. Perawatan dan pemeliharaan membantu alat berat berfungsi secara tepat. Kecacatan alat dapat diketahui lebih awal. Tentu saja diperlukan tenaga ahli untuk melaksanakan pemeliharaan. Hanya diperbolehkan petugas yang mengantongi sertifikasi Kemnaker. Petugas ini telah mendapatkan training K3 Kemnaker Alat Berat.

  • Pengoperasian Alat yang Tidak Sesuai Prosedur

Setiap jenis alat berat memiliki karakter dan desain berbeda. Penting mengoperasikan kendaraan ini sesuai dengan prosedur. Ketidaksesuaian langkah kerja dengan prosedur menyebabkan kecelakaan kerja. Dalam Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat, operator dibimbing bekerja berdasarkan prosedur keselamatan. Ini menjadi acuan mtlak bagi pekerja. Agar bekerja secara aman dan nyaman.

  • Kurangnya Pelatihan pada Pekerja

Pekerja khusus perlu ditempatkan pada area kerja dengan alat berat. Agar keterampilan dan pengetahuannya mumpuni, perusahaan harus memberi training K3 Kemnaker Alat Berat. Dengan begitu, operator akan mendapatkan sertifikasi Kemnaker. Sertifikat ini merupakan syarat wajib yang ada dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. Kurangnya pengetahuan dan pelatihan mengakibatkan human error yang lebih besar.

Banyak yang jadi korban terhadap kecelakaan kerja. Selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain, terutama keluarga. Pekerja yang kompeten sangat diandalkan untuk mengoperasikan alat berat. Kesadaran keamanan dalam bekerja dapat diperoleh melalui Training K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Alat Berat. Setelah lolos uji sertifikasi Kemnaker, operator mendapatkan izin resmi dari pemerintah.

This Post Has One Comment

Comments are closed.