You are currently viewing Petugas Investigasi Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Petugas Investigasi Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Petugas Investigasi Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Dalam artikel sebelumnya, kita membahas mengenai Training Accident Investigation. Mulai dari apa itu Training Accident Investigation, pentingnya sebuah investigasi dalam setiap kecelakaan, hingga pentingnya pelatihan bagi orang yang akan menangani Investigasi insiden. Kini saatnya kita membahas mengenai Petugas Investigasi Insiden.

Apa itu Petugas Investigasi Insiden? Sebenarnya, seberapa pentingkah memiliki petugas investigasi insiden dalam sebuah perusahaan?

Kemudian siapa saja yang bisa dijadikan seorang Petugas Investigasi? Apakah seorang Operator K3, Pengawas K3, atau harus Manager yang bisa menjadi petugas Investigasi?

Kemudian, sebenarnya apa tugas dari Petugas Investigasi ini? Nah… untuk lebih jelasnya, baca artikel ini sampai habis ya. Akan dibahas mengenai seberapa penting petugas investigasi insiden dalam sebuah perusahaan dan hal-hal lainnya.

Apa Itu Petugas Investigasi?

Apa Itu petugas Investigasi? Seperti namanya, tentu saja tugasnya adalah melakukan investigasi pada setiap kecelakaan yang terjadi. Tujuan memiliki seorang Petugas Investigasi Insiden adalah supaya perusahaan atau instansi memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional di bidang penyelesaian masalah, khususnya masalah K3.

Mengapa dibutuhkan petugas khusus untuk menangani insiden? Pasalnya, banyak insiden yang kemudian terjadi kembali. Salah satu penyebabnya karena penanganan yang tidak tuntas. Selain itu, investigasi dilakukan oleh orang yang tidak memiliki pengalaman di bidang tersebut.

Lalu apa spesifik tugas seorang Petugas Investigasi ini? Bisa dikatakan tugas seorang Investigator adalah melakukan proses penelitian. Hal ini berarti mulai dari mendatangi langsung tempat kejadian kecelakaan, mengumpulkan bukti, mengumpulkan data yang terkait, melakukan analisis, hingga memberikan kesimpulan dan rekomendasi.

Tugas dari seorang Petugas Investigasi memang tidak mudah. Pasalnya seorang Petugas Investigasi harus mengetahui dan paham terhadap teori tentang industri tempatnya bekerja.

Suatu kecelakaan kerja bisa terjadi di seluruh bagian industri tersebut. Untuk bisa memecahkan suatu masalah, maka pengetahuan harus dimiliki.

Lebih jauh, seorang yang bekerja di bidang tersebut juga harus mampu melakukan tugas investigasi. Apa saja tugas investigasi untuk kecelakaan kerja tersebut?

Training Petugas Investigasi

Kewajiban seorang petugas investigasi di sini memang cukup rumit. Hal ini sama seperti seorang detektif yang sedang menyelesaikan sebuah kasus. Dibutuhkan teknik pengumpulan data, teknik wawancara, serta teknik dalam menganalisis suatu masalah.

Oleh karena itu, sebelum menjadi petugas Investigasi, dibutuhkan pelatihan. Pelatihan tersebut tujuannya untuk bisa menciptakan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya.

Memangnya apa saja kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Petugas Investigasi insiden? Berikut beberapa keahlian yang harus dimiliki oleh orang yang bekerja di bidang ini.

  • Paham teori K3.
  • Paham dan bisa menjalankan teori analisis kecelakaan kerja.
  • Paham dan bisa melakukan prosedur investigasi kecelakaan kerja.
  • Bisa melakukan penulisan laporan terhadap suatu insiden.
  • Mampu memberikan kesimpulan, analisis, rekomendasi, dan saran untuk mengurangi risiko kerja.

Setiap perusahaan bisa memberikan pelatihan kepada staff maupun pegawainya untuk bisa memiliki kemampuan tersebut. Jika tidak, perusahaan atau instansi bisa mengirimkan SDM untuk melakukan pelatihan di lembaga terpercaya.

Salah satu lembaga terpercaya yang bisa dimanfaatkan untuk melatih SDM agar bisa profesional di bidangnya adalah PT Ayana Duta Mandiri. Tidak hanya akan dilatih teori saja, namun juga praktik langsung. Selain itu, sertifikat dan sertifikasi yang diberikan dikeluarkan oleh BNSP.

Kompetensi Petugas Investigasi

Saat mengikuti pelatihan Petugas Investigasi Insiden, maka peserta akan dibekali ilmu mengenai hal tersebut. Tujuannya supaya peserta paham dan bisa mempraktikkan ilmu yang dimiliki. Selain itu juga bertujuan untuk menguasai kompetensi sebagai persyaratan uji kompetensi.

Sebelum melakukan uji kompetensi, peserta akan dibekali ilmu investigasi insiden dan pendukungnya. Kemudian, kompetensi apa yang harus dimiliki oleh seorang Petugas Investigasi Insiden?

Salah satunya adalah mampu melakukan investigasi kerja. Kecelakaan kerja bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu seorang Petugas Investigasi harus siap kapan pun dan dimana pun. Namun, ada pola kerja yang harus dimiliki oleh orang yang bekerja di bidang ini.

Untuk lebih jelasnya, berikut langkah untuk melakukan investigasi insiden.

  • Segera Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Seorang Petugas khusus investigasi ketika mendengar terjadinya kecelakaan kerja, harus langsung mendatangi TKP. Tujuannya supaya bisa mengamankan tempat kejadian kecelakaan. Hal ini akan memudahkan petugas untuk bisa melihat secara jelas apa yang menyebabkan kecelakaan dan akibatnya.

Sesaat setelah datang, petugas pun bisa melakukan langkah-langkah seperti memberi pertolongan pada korban atau evakuasi. Apalagi jika petugas medis atau bagian yang menangani pertolongan medis belum tiba di lokasi.

Kemudian, petugas investigasi bisa mulai mengumpulkan bukti. Misalnya saja merekam atau memotret TKP. Namun, harus diingat, proses tersebut harus dilakukan secara aman dan tepat. Artinya jika kecelakaan yang timbul tidak membahayakan orang berada di sekitarnya.

Misalnya saja terjadi kebakaran yang menyebabkan pegawai terluka. Pastikan api sudah padam, korban sudah mendapat pertolongan. Ketika area insiden aman, maka bisa dilanjutkan dengan mengumpulkan bukti.

  • Membuat Rencana Investigasi Sesuai Prosedur

Setelah mendatangi TKP, saatnya menyusun rencana untuk melakukan investigasi yang baik. Artinya menyusun rencana investigasi yang sistematik, lengkap, dan adil. Mulai dengan akan melakukan investigasi dari mengumpulkan orang yang akan diwawancarai, lama proses penyelidikan, membuat jadwal pasti, dan sebagainya.

  • Mencari Data Pendukung

Langkah berikutnya adalah melakukan pengumpulan data yang terkait dengan kecelakaan yang terjadi. Misalnya saja saksi, korban, dokumen pendukung, dan lain sebagainya.

Bila petugas investigasi tidak paham mengenai penyebab terjadinya kecelakaan, bisa melakukan konsultasi pada ahlinya. Atau bisa juga dengan mencari informasi lainnya, misalnya membaca buku.

  • Melakukan Analisis Data

Setelah mengumpulkan data, mendapat pemaparan dari korban, saksi, serta bukti konkretnya, saatnya melakukan analisis. Mulailah dengan mencoba mengurutkan peristiwa yang terjadi. Kemudian mulai melakukan analisis terhadap kejadian-kejadian tersebut.

  • Membuat Rekomendasi Terhadap Kecelakaan Yang Terjadi

Setelah selesai melakukan analisis, langkah berikutnya membuat rekomendasi. Hal ini berarti membuat kesimpulan terhadap suatu kecelakaan. Kemudian menuliskan mengapa kecelakaan bisa terjadi, penyebab kecelakaan, kemudian memberikan saran untuk menghindari insiden di kemudian hari.

  • Membuat Laporan dengan Lengkap dan Jelas

Langkah terakhir adalah membuat laporan dengan lengkap dan jelas. Laporan tersebut kemudian diserahkan kepada atasan. Selain itu juga harus membuat salinannya untuk dokumen Petugas Investigasi. Tujuannya supaya jika terjadi kecelakaan serupa, bisa digunakan untuk acuan investigasi berikutnya.

Langkah investigasi di atas bisa digunakan untuk menyelesaikan kasus kecelakaan kerja. Dalam penanganan kasus memang ada banyak hal yang harus dilakukan. Hal ini untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Petugas Investigasi Insiden harus Menurunkan Risiko Bahaya Kerja

Petugas Investigasi Insiden, selain dituntut untuk bisa melakukan investigasi juga harus mampu melakukan identifikasi bahaya. Apa maksudnya bisa melakukan identifikasi bahaya?

Seorang petugas investigasi pada setiap kasusnya pasti menemukan berbagai masalah kecelakaan. Hal ini berarti petugas sudah mengetahui sebab dan akibat kecelakaan kerja tersebut.

Kesimpulan kasus tersebut bisa dikembangkan dan dijadikan rekomendasi oleh petugas untuk mencegah kecelakaan terulang kembali. Hal ini berarti tugas seorang investigator tidak hanya sampai ketika insiden terselesaikan. Namun harus sampai pada taraf memberikan saran untuk mencegah kembalinya kecelakaan tersebut terjadi.

Agar suatu kesimpulan masalah bisa dijadikan referensi untuk menurunkan risiko, harus dilaporkan kepada atasan. Kemudian jelaskan bagaimana caranya untuk bisa menangani masalah tersebut supaya tidak terjadi.

Dalam hal ini, Petugas Investigasi Insiden tidak bisa bekerja sendiri. Harus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak juga. Salah satunya dengan ahli di bidang terkait. Hal ini demi mendapatkan kesimpulan dan jalan keluarga yang tepat sasaran.

Selanjutnya, petugas juga harus mampu melakukan pengembangan analisa informasi pada suatu insiden. Maksudnya, suatu insiden memiliki risiko menimbulkan insiden lainnya. Ketika suatu permasalahan berhasil dipecahkan dan diberikan jalan keluar, coba analisis kemungkinan insiden susulan atau berkelanjutan yang bisa terjadi.

Hasil analisa tersebut bisa digunakan untuk membekali petugas terjadinya insiden kecelakaan untuk bisa menghindari kemungkinan tersebut. Minimal, petugas Investigasi insiden memiliki skenario jika kemungkinan kecelakaan itu terjadi.

Hasil investigasi tersebut juga bisa dilaporkan pada bagian lain yang terkait. Misalnya saja pada Petugas Operator K3 dan Pengawas K3. Hal ini agar proses penurunan risiko insiden di tempat kerja bisa dilakukan dengan seksama dan kompak.

Melakukan Analisis dan Evaluasi K3

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di sebuah instansi sebenarnya memiliki masa kadaluwarsanya. Harus ada pembaharuan dan menyesuaikan seiring berkembangnya zaman.

Apalagi jika lokasi kerja berpindah-pindah, misalnya saja di industri migas. Setiap lokasi atau disetiap pekerjaan baru, pasti memiliki risiko kerja yang baru juga. Walaupun ada beberapa risiko kerja yang sama.

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Petugas Investigasi Insiden adalah melakukan analisis dan evaluasi terhadap K3 yang berlaku. Hal ini untuk menyesuaikan kondisi yang bisa terjadi saat ini.

Selain itu, dalam sebuah insiden, jika menemukan kasus baru, bisa ditambahkan. Ini untuk melengkapi K3 yang sudah ada selama ini.

Uji Kompetensi untuk Petugas Investigasi Insiden

Sebelum menjadi seorang Petugas Investigasi Insiden, harus memiliki kemampuan dan keahlian terlebih dahulu. Sebenarnya, untuk menjadi petugas ini, tidak harus merekrut orang baru.

Sebuah instansi bisa menunjuk manajer, petugas Operator atau Pengawas K3, kemudian dilatih mengenai investigasi insiden. Namun, jika akan merekrut anggota baru yang memiliki background pendidikan yang sesuai pun akan sangat bagus.

Harus diperhatikan, seseorang atau tim yang akan ditunjuk sebagai petugas investigasi insiden harus memiliki kompetensi di bidangnya. Bagaimana caranya menilai seseorang berkompeten atau tidak di bidang investigasi insiden?

Orang tersebut harus lulus dalam uji kompetensi sebagai Petugas Investigasi Insiden. Uji kompetensi ini bisa dilakukan di instansi khusus, misalnya saja PT Ayana Duta Mandiri.

Sebelum melakukan uji kompetensi, akan lebih baik jika menjalankan pelatihan secara intensif. Tujuannya agar bisa memahami dan mampu melakukan apa saja yang akan diujikan nantinya.

Dalam uji kompetensi ini nantinya akan dikeluarkan sertifikat. Sertifikat tersebutlah yang menyatakan bahwa seseorang sudah dianggap mampu dan bisa menjalankan tugas tersebut.

Lalu adakah syarat lainnya untuk mendaftarkan diri dalam training dan uji kompetensi untuk menjadi Petugas Investigasi Insiden? Tentu saja ada beberapa persyaratan administratif dan skill yang harus dimiliki. Untuk lebih lengkapnya, simak tabel berikut ini.

Daftar Unit Kompetensi 

 

No.

 

Kode Unit

 

Judul Unit

Jenis Standar (Standar Khusus/Standar

Internasional/SKKNI)

1. M.71KKK01.013.1 Melakukan Investigasi Kecelakaan Kerja SKKNI No. 38 tahun 2019

 Bukti kelengkapan persyaratan dasar pemohon:

No. Bukti Persyaratan
1. Pas photo 3×4 sebanyak 2 lembar
2. Photo copy Ijazah terakhir
3. Photo copy Sertifikat kursus terkait K3 ( dan atau portofolio lainnya terkait subyek uji kompetensi )
4. Photo copy KTP / Paspor / Kitas
5. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
6. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)

 Persyaratan Pendidikan 

 

No.

 

Bukti Persyaratan

1 Sarjana S1 K3 dengan pengalaman kerja nol tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas Investigasi Insiden yang

akan diases, atau

2 Sarjana S1 Teknik pengalaman kerja nol tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas Investigasi Insiden yang

akan diases

3 Sarjana S1 non Teknik dan mempunyai pengalaman kerja minimal 1 tahun, serta telah

mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas Investigasi Insiden yang akan diases

4 Diploma 3 K3 dengan pengalaman kerja 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas Investigasi Insiden yang akan diases
5 Diploma 3 Teknik dengan pengalaman kerja 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan

berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas Investigasi Insiden yang akan diases

6 Diploma 3 non Teknik mempunyai pengalaman kerja minimal 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas

Investigasi Insiden yang akan diases

7 SLTA Sederajat mempunyai pengalaman kerja minimal 3 tahun, serta telah mengikuti

pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas Investigasi Insiden yang akan diases

Bukti Kompetensi yang Relevan

No. Rincian Bukti Pendidikan/Pelatihan, Pengalaman Kerja, Pengalaman Hidup
1. Ada bukti mampu melakukan pengumpulan bukti (Gathering evidences) di lokasi kejadian, dengan membuat dokumen rencana pengambilan bukti atau hasilnya

terhadap suatu kasus insiden / kecelakaan yang di investigasi (dari kasus riil atau dari latihan/studi kasus)

2. Ada bukti mampu melakukan wawancara terhadap salah satu saksi pada saat melakukan pengumpulan bukti (data dan fakta), dengan menyampaikan bukti rekaman/catatan hasilnya atau rencana / persiapan daftar pertanyaan yang relevan terhadap salah satu saksi yang akan diminta keterangannya (dari kasus riil atau dari

latihan/studi kasus).

3. Ada bukti mampu melakukan investigasi terhadap suatu kasus insiden / kecelakaan (dari kasus riil atau dari latihan/studi kasus) yaitu tahap mencari / analisa penyebab dengan menggunakan salah satu metode analisa penyebab-penyebab dasar secara detail dan mendalam untuk menentukan rekomendasi tindakan perbaikan yang tepat dan relevan dengan kasusnya. Diutamakan pemahaman yang benar tentang perbedaan antara immediate causes, basic causes, dan korelasinya dengan

kelemahan pengendalian dari sistem manajemen perusahaan.

 

4.

Ada bukti pernah membuat Laporan Laporan Investigasi Insiden yang dilakukan oleh Pengawas / Atasan langsung (dari kasus riil atau dari latihan/studi kasus)

menggunakan form Investigasi oleh Supervisor atau Investigasi awal.

5. Ada bukti pernah membuat Laporan Investigasi Insiden lengkap yang dibuat oleh

Tim Investigator formal perusahaan dengan format standar (dari kasus riil atau dari latihan/studi kasus).

Nah itu dia pentingnya melakukan training untuk calon Petugas Investigasi Insiden. Serta seberapa penting peran dari Petugas Investigasi Insiden di sebuah instansi atau perusahaan. Semakin tinggi risiko pekerjaan yang dilakukan, maka peran petugas ini semakin besar juga. Menurut Anda, apakah peran Petugas Investigasi Insiden ini harus dimiliki oleh setiap perusahaan? Atau hanya khusus untuk beberapa instansi yang memiliki risiko besar saja?

Leave a Reply