You are currently viewing Permit to Work | PT. Ayana Duta Mandiri

Permit to Work | PT. Ayana Duta Mandiri

Gambar permit to work system

Bagi sebagian pekerja di suatu perusahaan ataupun lembaga, surat izin kerja atau Permit to Work hanyalah suatu berkas formalitas untuk melaksanakan pekerjaan tertentu atau sebelum memasuki lokasi berbahaya dalam pekerjaannya. Padahal, pada dasarnya pembuatan izin kerja tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja akan melakukan pekerjaannya dengan aman dan efisien sesuai prosedur keselamatan yang diterapkan. Izin kerja ini tidak hanya dalam rangka meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan kerja, tetapi juga untuk menghindari kerusakan dan melindungi peralatan kerja dari hal-hal berbahaya.

Pentingnya Permit to Work System

Permit to Work System sangat perlu untuk diterapkan dalam rangka mengendalikan jenis pekerjaan tertentu yang berpotensi berbahaya bagi para pekerjanya. Berbagai data statistik menyatakan bahwa saat ini telah banyak ditemukan kasus kecelakaan kerja yang bersumber dari lemahnya Sistem Izin Kerja yang berlaku dan tidak tersusun dengan benar.

Oleh sebab itu, Permit to Work System harus dibangun dan dikelola dengan tepat oleh setiap industri, terutama yang memiliki lingkungan kerja dengan resiko yang tinggi. Setiap jenis pekerjaan memiliki risk assessment tersendiri untuk menentukan besarnya proteksi yang harus disiapkan dalam menjamin keberlangsungan pekerjaan dengan efektif dan aman.

Penyusunan Permit to Work System diperlukan untuk membedakan pekerjaan rutin yang telah tercover melalui SOP dan pekerjaan tidak rutin yang tercover melalui Permit to Work System ini sendiri.

Beberapa hal yang berkaitan dengan sistem ini, di antaranya General Permit, Hot Work Permit, Confined Space Entry Permit, serta beberapa jenis Permit lain yang lebih spesifik, seperti penanganan bahan berbahaya, penggalian, dan lain sebagainya. Untuk melengkapi sistem secara keseluruhan, maka dibutuhkan suatu sistem isolasi, baik secara proses maupun secara elektrikal, yang disebut dengan istilah LOTO (Lock Out Tag Out) System untuk memastikan standarisasi dan memastikan efektifitas sistem yang berjalan.

Permit to Work Bukan Sekadar Formalitas

Setelah mengetahui sekilas tentang Permit to Work dan apa fungsinya, sekarang kita bahas lebih mendalam tentang izin kerja tersebut. Bagi pekerja atau karyawan yang bekerja di sektor pertambangan atau industri pasti tak asing lagi dengan istilah Permit to Work atau izin kerja. Bagi orang awam, pasti bertanya-tanya. Untuk apa Permit to Work? Padahal pekerjaan tersebut sudah menjadi tugas si karyawan.

Sebagian lagi mengartikan Permit to Work hanyalah formalitas belaka. Sebagai syarat mutlak seseorang untuk memulai pekerjaan berisiko. Padahal Permit to Work itu penting. Mengapa? Surat tersebut untuk memastikan karyawan bekerja dengan aman sesuai dengan prosedur dan standar keselamatan kerja yang ditetapkan.

Bukan hanya pada pekerjanya saja. Izin bekerja juga bertujuan untuk melindungi fasilitas kerja seperti perlengkapan dan peralatan dari hal-hal yang berbahaya. Biasanya Permit to Work ini dikeluarkan ketika pekerja akan memasuki area berbahaya.

Izin kerja ini mutlak ada. Bukan sekadar formalitas. Seringkali ditemukan pekerja mengerjakan pekerjaan berisiko atau memasuki daerah bahaya tanpa mengantongi izin kerja. Kemudian terjadi kecelakaan kerja. Setelah ditelusuri ternyata tidak terdapat izin kerja yang dibawa oleh pekerja. Inilah yang harus diketahui oleh pekerja dan juga supervisor.

Tentang Permit to Work

Permit to Work adalah surat izin tertulis yang dipakai ketika seorang pekerja memulai pekerjaan yang berisiko. Pekerjaan tersebut tidak menutup kemungkinan membahayakan pekerja. Surat tersebut diperlukan untuk mengetahui secara detail jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Dalam Permit to Work juga tercantum potensi risiko atau bahaya. Terdapat pula cara pencegahan dan juga pengendaliannya apabila potensi bahaya tersebut muncul.

Izin kerja juga dilengkapi dokumen lain misalnya job safety analysis dan tool box checklist. Lalu jenis pekerjaan apa saja yang biasanya memerlukan Permit to Work? Misalnya saja pekerjaan di ruang terbatas. Pekerja harus keluar masuk ruangan tersebut. Untuk meminimalkan risiko maka diperlukan Permit to Work.

Pekerjaan lain yang dibutuhkan adalah instalasi listrik. Pekerja yang bertugas untuk memperbaik, memelihara, dan memeriksa instalasi listrik memerlukan prosedur Permit to Work. Selain itu, pekerja yang mengoperasikan alat berat juga wajib mengantongi izin kerja ini.

Izin kerja dikeluarkan oleh atasan baik itu pengawas, supervisor, pelaksana, mandor untuk pekerja yang akan memasuki daerah berbahaya. Pekerjaan yang dilakukan juga berpotensi menimbulkan risiko atau bahaya.

Hal yang Perlu Diperhatikan dari Permit to Work

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika izin kerja dikeluarkan, antara lain kesehatan pekerja. Kondisi kesehatan pekerja perlu diperhatikan, apakah yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan fit untuk memasuki area tersebut.

Fasilitas kerja. Ini meliputi peralatan, sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan pekerja. Termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Jenis APD yang diperlukan juga tercantum dalam hal izin tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam surat izin kerja adalah keadaan atau kondisi terbaru di lapangan. Sebelum pekerja memasuki area pekerjaan, supervisor atau pengawas harus memastikan kondisi di lapangan. Apakah ada hal-hal yang membahayakan atau tidak. Termasuk juga hal yang terkait dengan keselamatan dan keamanan kerja di lapangan.

Jika dari hasil survei tidak ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya maka Permit to Work bisa dikeluarkan. Jangan lupa pengawas atau supervisor juga harus menandatanganinya. Demikian juga dengan pekerja sebagai pelaksana di lapangan.

Jenis-jenis Izin Kerja

Izin kerja bukan hanya satu jenis saja. Ada beberapa jenis izin kerja yang harus diketahui. Izin kerja ini diperlukan jika pekerja dilaksanakan oleh kontraktor, area yang dimasuki pekerja berpotensi kekurangan oksigen. Pada beberapa kasus, area yang dimasuki memiliki kadar oksigen yang berlebih.

Izin kerja juga diberikan pada pekerja yang memasuki area berpotensi menghasilkan gas beracun. Serta mudah terpapar bahan kimia berbahaya. Pekerja memasuki area yang mudah meledak, bekerja di ketinggian, berkaitan dengan radioaktif, melakukan isolasi terhadap sumber energi berbahaya.

Berikut jenis Permit to Work yang sering digunakan di tempat kerja:

  • Izin Kerja Khusus

Izin kerja ini dibutuhkan apabila pekerja akan mengerjakan pekerjaan berbahaya. Misalnya saja berkaitan dengan paparan bahan radio aktif, bekerja di ketinggian, penggalian, dan pekerjaan berisiko tinggi lainnya.

  • Izin Kerja Pekerjaan Panas

Pekerjaan seperi pengelasan, pemotongan menggunakan api, pengeboran ternyata juga memerlukan izin kerja dari yang berwenang.

  • Izin Kerja Memasuki Ruang Terbatas

Pekerjaan yang memasuki ruangan terbatas seperti saluran tertutup, diwajibkan mengantongi izin kerja.

  • Izin Kerja Pekerjaan Dingin

Pekerjaan yang terkait dengan pemeliharaan, perbaikan, dan pekerjaan konstruksi berkala juga memerlukan Permit to Work. Termasuk juga pekerjaan yang berpotensi menimbulkan sumber api. Sebagai contoh pekerjaan bangunan atau pekerjaan pembangunan infrastruktur.

  • Instalasi Listrik

Pekerjaan yang terkait dengan instalasi listrik jelas memerlukan Permit to Work. Jenis pekerjaan meliputi pemeliharaan, perbaikan, atau instalasi baru berisiko tinggi sehingga memerlukan perlindungan yang jelas.

Tata Cara Pembuatan Izin Kerja

Pembuatan izin kerja tentu tak bisa sembarangan. Ada tata cara atau prosedur yang harus dilakukan. Ini wajib diketahui oleh mereka yang mengeluarkan izin dan juga yang menggunakan izin tersebut untuk bekerja.

Izin bekerja diberikan sebelum pekerjaan dimulai. Kemudian izin tersebut harus diserahkan kembali ke pemberi izin, ketika ada pergantian shift atau pekerjaan selesai. Pemberi izin atau supervisor atau atasan harus cermat dalam mengeluarkan izin.

Sering ditemukan mereka yang kurang kredibel bisa memasuki area. Mereka belum mendapatkan pelatihan atau memiliki pengetahuan yang cukup terkait Permit to Work. Izin bekerja harus dibuat efektif dan efisien. Seringkali terjadi kecelakaan kerja disebabkan oleh izin yang tidak efektif.

Permit to Work seringkali dibutuhkan sebagai syarat assessment karyawan atau pegawai untuk mengerjakan proyek baru. Izin kerja dinilai efektif untuk memprediksi dan mengendalikan bahaya kerja. Selain itu juga untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja yang berakibat fatal. Pekerja dan juga atasan harus benar-benar memahami izin kerja ini.

Bukan sekadar formalitas saja, tetapi efektif dan efisien untuk pekerja. Keselamatan kerja menjadi prioritas utama pekerja. Pelaku industri wajib memberikan pelatihan Work to Permit untuk karyawannya. Ini karena penting dan diperlukannya skema Permit to Work dengan baik dan benar.

Kendati sistem yang dibuat sederhana, akan tetapi mutlak diperlukan dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Bahkan semua departemen yang berpotensi melakukan pekerjaan berbahaya ini wajib ada.

Pelatihan dengan trainer terlatih dan berpengalaman siap disediakan untuk industri yang membutuhkan. Perusahaan atau industri yang mengedepankan keselamatan kerja dan menerapkannya dengan baik tentu akan lebih berkualitas.

Tak perlu rumit dalam menyusun izin kerja. Bisa dibuat dengan skema sederhana akan tetapi meliputi semua persyaratan yang telat ditetapkan. Pekerja juga harus benar-benar memahami agar izin kerja ini berjalan dengan efektif dan efisien. Demikian ulasan singkat terkait izin kerja atau Permit to Work yang bisa jadi bahan acuan.

Perlunya Pelatihan Permit to Work System

Mengingat betapa penting dan diperlukannya skema Permit to Work System yang baik dan benar, maka melakukan persiapan Safety Permit System adalah hal yang wajib dilakukan oleh pelaku industri dalam upaya untuk meminimalkan angka kecelakaan kerja. Meskipun sistemnya cukup sederhana, namun demi mencapai hasil yang maksimal, maka harus dijalankan oleh semua lini departemen yang ada.

Tidak heran jika beberapa lembaga kerap menyediakan layanan pelatihan yang menyangkut masalah Permit to Work System tersebut kepada beberapa industri yang membutuhkan. Salah satunya seperti yang disediakan oleh PT. Ayana Duta Mandiri.

PT. Ayana Duta Mandiri sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manajemen dan pelatihan dalam hal pengembangan dan pengoptimalan Safety System di lingkungan industri. Oleh sebab itu, perusahaan ini bisa menjadi mitra terbaik bagi industri yang membutuhkan layanan training atau pelatihan yang berkaitan dengan segala masalah keamanan dan keselamatan kerja di perindustrian, di mana salah satunya, yaitu training Permit to Work System itu sendiri.

This Post Has 8 Comments

Leave a Reply