You are currently viewing Pengawas SMK3 Kontraktor Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri
Pengawas SMK3 Kontraktor Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Pengawas SMK3 Kontraktor Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Industri konstruksi merupakan salah satu yang memiliki risiko kerja tinggi. Banyak kecelakaan yang terjadi saat pekerja sedang melakukan aktivitasnya. Misalnya saja jatuh dari ketinggian, kebakaran, alat rusak, dan sebagainya.

Tidak heran jika kemudian ada aturan pemerintah yang mewajibkan semua perusahaan konstruksi yang memiliki lebih dari 100 pekerja harus menerapkan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 50, tahun 2012.

Artikel sebelumnya telah dibahas mengenai Training Contractor Safety Management System (CSMS). Dalam artikel tersebut diulas mengenai pengertian CSMS dalam perusahaan, pentingnya CSMS, serta kebutuhan training untuk CSMS bagi perusahaan. Maka dalam artikel ini akan dibahas mengenai petugas yang bekerja mengawasi CSMS tersebut.

Pekerjaan di bidang CSMS memang cukup kompleks. Salah satu profesi yang bergelut di bidang ini adalah Pengawas SMK3 Kontraktor.

Apa itu Pengawas SMK3 Kontraktor? Apa tugas dan manfaat perusahaan memiliki sumber daya manusia khusus di bidang pengawasan SMK3? Untuk tahu lebih jauh, baca artikel ini sampai habis ya.

Apa Itu Profesi Pengawas SMK3 Kontraktor?

Salah satu profesi yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan kontraktor, dengan minimal 100 pekerja adalah Pengawas SMK3. Apa itu profesi Pengawas SMK3 Kontraktor?

Profesi ini merupakan salah satu pertugas dibawah bidang Health Safety and Environmental. Sesuai dengan namanya, profesi ini memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan SMK3 di perusahaan tersebut.

Karena tugasnya mengawasi, jadi lokasi kerjanya adalah langsung di lapangan dan sebagian di ruangan. Apa saja yang harus dilakukan saat bekerja di lapangan?

  • Mengawasi karyawan dan memastikan mematuhi K3 yang berlaku.
  • Melakukan teguran langsung maupun tertulis kepada karyawan yang tidak mematuhi K3.
  • Memastikan APD yang dimiliki perusahaan dalam kondisi baik, bisa digunakan, dan memadai jumlahnya.

Kemudian, Pengawas SMK3 juga sering bertugas dalam ruangan. Saat tidak berada di lapangan, ada beberapa tugas yang harus dijalankan oleh profesi ini.

  • Paham tentang manajemen risiko dan bahaya di tempat kerja.
  • Mampu memberikan pelatihan K3 kepada karyawan.
  • Mampu memberikan konsultasi K3 pada pegawai lainnya.
  • Mampu melakukan evaluasi tentang K3 yang berlaku di perusahaan.
  • Membuat laporan mengenai pelaksanaan K3 di lapangan.

Tugas seorang Pengawas SMK3 di industri kontraktor cukup banyak. Apalagi jika lokasi konstruksi luas. Maka pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang Pengawas ini pun akan bertambah.

Lalu apakah tugas dari seorang Pengawas ini hanya memastikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan saja? Sebenarnya, tugas dan kewajiban Pengawas di bidang K3 cukup luas.

Pengawas juga harus memastikan lingkungan sekitar atau masyarakat yang berada di lokasi proyek tetap aman dan nyaman. Artinya tidak hanya memastikan izin konstruksi legal. Namun, juga harus memastikan masyarakat dan lingkungan sekitar tidak terkena dampak kegiatan konstruksi.

Misalnya saja, ada alat konstruksi yang menyebabkan suara bising. Maka pengawas harus mampu mengatasi atau minimal mengajukan perbaikan alat. Jika tidak, pihak perusahaan harus memohon izin pemberitahuan tentang hal tersebut pada warga sekitar.

Selanjutnya, pengawas juga memiliki tanggung jawab pada perusahaan. Pengawas harus memastikan kerugian di pihak pekerja dan perusahaan, saat terjadi kecelakaan tidak terlalu besar.

Pasalnya, bila terjadi kecelakaan kerja, salah satu pihak yang harus memberikan ganti rugi adalah perusahaan. Pastikan bahwa pelaksanaan K3 berjalan dengan baik. Sehingga menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan terkendali.

Sayangnya, Pengawas SMK3 ini tidak mudah. Hal ini karena ada saja karyawan yang sulit diatur atau seenaknya sendiri. Biasanya, hal tersebut akan berimbas pada pelaksanaan K3 yang tidak maksimal.

Misalnya saja, dilingkungan proyek diharuskan menggunakan helm, masker, dan sepatu khusus. Namun, ada satu atau dua karyawan yang tidak menaati hal tersebut. Padahal, lokasi kerjanya cukup rawan terjadi kecelakaan.

Maka tugas pengawas untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang K3. Pengawas bisa melakukan teguran langsung atau melakukan pembinaan secara intensif. Bila masih melakukan kesalahan sama, bisa diberi surat peringatan resmi dari perusahaan.

Pasalnya, kesalahan manusia dalam industri konstruksi cukup sering terjadi. Hal ini bisa menyebabkan dua kerugian besar dalam industri tersebut. Pertama, kerugian jika sampai ada pekerja yang mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan intensif. Hal ini berarti perusahaan akan kehilangan jam kerja karyawan dan uang untuk biaya pengobatan atau ganti rugi.

Menilik beban kerja yang dimiliki oleh Pengawas SMK3 Kontraktor, membuktikan bahwa peran dalam dunia K3 cukup besar.

Manfaat Memiliki Profesi Pengawas SMK3 Kontraktor

Sebuah perusahaan kontraktor yang besar, sebenarnya memiliki risiko kerja lebih besar. Hal ini karena semakin besar proyek yang dilakukan, berarti semakin banyak juga pekerja yang dibutuhkan. Semakin besar dan banyak pekerja, maka semakin tinggi terjadi kecelakaan kerja.

Ingat, kecelakaan kerja konstruksi bisa terjadi karena banyak hal. Faktor kelalaian manusia menjadi hal yang sering terjadi. Kemudian menyusul kerusakan atau penggunaan alat yang di bawah standar. Selanjutnya adalah kondisi lingkungan dan iklim.

Peran Pengawas SMK3 di industri kontraktor sebenarnya cukup penting. Apalagi persaingan global saat di industri ini, mewajibkan keselamatan kerja menjadi salah satu penilaian. Perusahaan konstruksi akan dinilai positif, ketika memperhatikan K3 di lndustrinya.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebenarnya memiliki banyak aturan dan APD yang harus ditaati. Sayangnya, banyak juga karyawan yang sengaja melanggar atau tidak tahu mengenai aturan tersebut. Tugas Pengawas SMK3 adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan K3 tersebut.

Lebih jauh, berikut rincian manfaat memiliki Pengawas SMK3 di industri kontraktor.

  1. Pelaksanaan K3 Bisa Lebih Disiplin, Efisien, Dan Terstruktur

Salah satu tugas Pengawas SMK3 adalah memastikan pelaksanaan K3 di perusahaan bisa berjalan dengan baik. Apalagi Pengawas telah dibekali dengan ilmi manajemen tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja perusahaan.

Selanjutnya, Pengawas SMK3 juga harus terjun ke lapangan untuk mengetahui langsung pelaksanaan K3. jika terjadi hal yang menyimpang bisa langsung ditangani oleh Pengawas. Jadi prosesnya bisa lebih efisien dan terstruktur.

  1. Mencegah Kecelakaan Dalam Lingkungan Kerja

Paham tentang risiko di tempat kerja juga menjadi hal wajib yang harus dikuasai seorang Pengawas SMK3. Ketika seseorang bisa paham tentang risiko apa saja yang bisa terjadi, maka akan dibuatkan rencana menurunkan kemungkinan risiko terjadi.

Memiliki seorang Pengawas SMK3 di tempat kerja akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman.

  1. Menurunkan Risiko Penyakit Akibat Pekerjaan

Penyakit akibat pekerjaan sebenarnya cukup kompleks. Salah satunya adalah sesak napas karena menghirup debu akibat konstruksi. Ketika memiliki seorang Pengawas SMK3 di perusahaan, maka hal ini bisa dicegah. Misalnya saja dengan mewajibkan semua karyawan menggunakan masker.

  1. Ada Yang Melakukan Pembaharuan Atau Up Date Mengenai Aturan K3 Di Perusahaan

Tugas seorang Pengawas juga melakukan evaluasi terhadap K3 yang berlaku di perusahaan. Pengawas yang sering berada di lapangan akan sangat berguna dalam memberikan masukan terhadap pembaharuan K3 tersebut.

  1. Memiliki Staf Khusus Yang Bisa Membekali Karyawan Mengenai Pemahaman K3

Setiap karyawan yang bekerja di industri konstruksi harus paham tentang K3. tujuannya supaya bisa menerapkan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Salah satu tugas dari Pengawas SMK3 adalah memberikan pelatihan pada seluruh karyawan tentang K3. pemahaman tersebut bisa diulang atau diingatkan kembali setiap periode tertentu.

Jika sumber daya manusia bagian Health Safety and Environmental tidak memenuhi, bisa menyediakan fasilitator untuk memberikan training mengenai K3 ini. Misalnya saja bekerja sama dengan PT Ayana Duta Mandiri. Perusahaan ini salah satunya bergerak di bidang training SMK3 di kontraktor.

Selanjutnya, memiliki profesi Pengawas SMK3 dalam perusahaan konstruksi memang bukan hal wajib. Apalagi untuk perusahaan konstruksi dengan jumlah pegawai yang kecil. Namun, menjadi hal wajib ketika perusahaan tersebut memiliki karyawan lebih dari 100 orang. Selain itu, untuk kegiatan konstruksi dengan risiko tinggi, peran Pengawas SMK3 juga sangat penting.

Uji Kompetensi Pengawas SMK3

Seorang Pengawas SMK3 sebenarnya membutuhkan pengakuan secara tertulis. Salah satunya dengan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh instansi yang memiliki kredibilitas, yakni BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Untuk bisa memperoleh sertifikasi ini, Calon Pengawas harus melakukan uji kompetensi di perusahaan terkait. Salah satunya adalah Pt Ayana Duta Mandiri.

Kemudian apa saja materi yang akan diujikan dalam memperoleh sertifikasi ini? Ada banyak materi yang harus dipelajari oleh Calon Pengawas SMK3.

  1. Melakukan Komunikasi K3

Melakukan komunikasi ini berarti Pengawas bisa melakukan sosialisasi tentang aturan K3 pada karyawan lainnya. Peran dari Pengawas, bisa memberikan pemahaman dan konsultasi mengenai K3.

  1. Mengawasi Pelaksanaan Izin Kerja

Industri konstruksi berhubungan erat dengan izin. Untuk bisa bekerja dengan aman dan nyaman, izin melakukan kegiatan konstruksi harus mengantongi izin dari pemerintah maupun warga setempat.

  1. Melakukan Pengukuran Bahaya di Tempat Kerja

Pengawas SMK3 Konstruksi juga harus memiliki kemampuan identifikasi terhadap bahaya yang mungkin terjadi di tempat kerja. Hal ini agar bisa menyusun rencana mengurangi risiko tersebut. Bahkan mengeliminasi risiko yang bisa ditimbulkan di tempat kerja.

  1. Mengelola Alat Pelindung Diri di Tempat Kerja

Pengawas SMK3 juga harus paham mengenai pentingnya APD. Baik dari segi melakukan cek terhadap persediaan hingga pengunaannya.

  1. Mengelola Sistem Dokumentasi K3

Pengawas SMK3 Konstruksi harus paham tentang dokumentasi K3. Pasalnya dalam kegiatan SMK3, terkadang ada berbagai kejadian atau kecelakaan yang membutuhkan dokumen K3 saat investigasinya. Atau untuk dokumen saat akan melakukan evaluasi K3.

  1. Menerapkan Manajemen Risiko K3

Pengawas SMK3 juga harus paham dan bisa melaksanakan manajemen risiko K3. Pasalnya, hal ini menjadi salah satu elemen wajib yang harus dimiliki.

  1. Mengevaluasi Pemenuhan Persyaratan dan Prosedur K3

Pengawas juga harus mampu melakukan evaluasi terhadap K3 yang berlaku di perusahaan. Sebagai pemenuhan persyaratan dalam pengajuan sertifikasi, maka beberapa kompetensi tersebut harus dikuasai oleh Pengawas.

Untuk lebih detail, berikut rincian materi uji kompetensi yang harus dimiliki oleh Pengawas SMK3. Selain itu juga ada rincian mengenai syarat administrasi yang wajib dipenuhi saat akan mengajukan untuk uji kompetensi. 

  • Daftar Unit Kompetensi 
 

No.

 

Kode Unit

 

Judul Unit

Jenis Standar (Standar Khusus/Standar Internasional/SKKNI)
1. M.71KKK01.003.1 Melakukan Komunikasi K3 SKKNI AHLI K3 UMUM
2. M.71KKK01.004.1 Mengawasi Pelaksanaan Izin Kerja SKKNI AHLI K3 UMUM
3. M.71KKK01.005.1 Melakukan Pengukuran Bahaya di tempat Kerja SKKNI AHLI K3 UMUM
4. M.71KKK01.008.1 Mengelola Alat Pelindung Diri (APD) di Tempat Kerja SKKNI AHLI K3 UMUM
5. M.71KKK01.010.1 Mengelola sistim Dokumentasi K3 SKKNI AHLI K3 UMUM
6. M.71KKK01.011.1 Menerapkan Manajemen Risiko K3 SKKNI AHLI K3 UMUM
7. M.71KKK01.012.1 Mengevaluasi Pemenuhan Persyaratan dan Prosedur K3 SKKNI AHLI K3 UMUM
  • Bukti Kelengkapan Dasar Pemohon 
No. Bukti Persyaratan
1. Pas photo 3×4 sebanyak 2 lembar
2. Photo copy Ijazah terakhir
3. Photo copy Sertifikat kursus terkait K3
4. Photo copy KTP / Paspor / Kitas
5. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
6. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
  • Persyaratan Pendidikan 
No. Bukti Persyaratan
1 Sarjana S1 K3 minimal pengalaman 6 bulan, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases
2 Sarjana S1 Teknik minimal pengalaman 6 bulan, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases
3 Sarjana S1 non Teknik minimal pengalaman 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases
4 Diploma 3 K3 dengan minimal pengalaman 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases
5 Diploma 3 Teknik dengan minimal pengalaman 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases
6 Diploma 3 non Teknik minimal pengalaman 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases
7 SLTA Sederajat minimal pengalaman 3 tahun, serta telah mengikuti pelatihan

berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema yang akan diases

  • Bukti Kompetensi yang Relevan 
No. Rincian Bukti Pendidikan/Pelatihan, Pengalaman Kerja, Pengalaman Hidup
1 Bukti Pengisian Forms Pre Job Activity (PJS) -Contractor Safety Management System (CSMS)
2 Bukti Pengisian Form Work In Progress
3 Bukti melakukan verifikasi/ review form Ijin Kerja yang diajukan Oleh Kontraktor dan disetujui oleh Otoritas area/ lapangan
4 Bukti pelaksanaan Inspeksi K3
5 Bukti pembuatan      HIRADC dan JSA (Hazard Identification Risk Assesment & Determined Control), di lokasi Kerja.
6 Bukti pengisian form Investigasi Kecelakaan
7 Bukti dapat melakukan Pengukuran Bahaya K 3 di tempat Kerja (mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan akhir).contoh , Kebisingan, daerah yang mudah terbakan dan meledak, daerah Gas Beracun.

Bekerja menjadi bagian dari CSMS memang cukup menantang. Apalagi jika tugasnya bersinggungan langsung dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Menjadi Pengawas SMK3 di industri konstruksi pun menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya harus lihai dalam hal komunikasi. Namun juga bisa bersikap adil, disiplin, dan terpercaya. Menurut Anda, apa sih yang dibutuhkan oleh Pengawas SMK3 Konstruksi agar lancar dalam menjalankan tugasnya?

Leave a Reply