You are currently viewing Petugas P3K Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Petugas P3K Sertifikasi BNSP | PT. Ayana Duta Mandiri

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul, Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), telah dibahas mengenai pentingnya pengetahuan P3K pada sebuah perusahaan. Maka dalam artikel kali ini akan dibahas pentingnya memiliki petugas khusus yang mengurus P3K.

Mengapa setiap perusahaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja wajib memiliki Petugas P3K? Apa peran dari Petugas P3K di perusahaan? Lalu siapa yang bisa menjadi Petugas P3K ini?

Jika Anda masih bingung dengan hal tersebut, silahkan baca artikel ini sampai habis. Tidak hanya sampai di sana, karena akan dibahas juga mengenai prinsip kerja, tips menjadi petugas yang profesional, hingga memperoleh sertifikasi BNSP.

Pentingnya Petugas P3K di Perusahaan

Seberapa penting keberadaan Petugas P3K di perusahaan? Petugas P3K sebenarnya memiliki fungsi untuk menolong korban kecelakaan kerja secara cepat dan efisien. Tujuannya supaya luka korban tidak bertambah parah.

Aturan pemerintah mengenai jumlah Petugas P3K dalam perusahaan yang memiliki 150 karyawan, minimal harus ada 1 Petugas P3K. Dengan catatan, industri yang digeluti memiliki riwayat kecelakaan kerja rendah. Hal ini tertulis dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor Per.15/Men/VIII/2008.

Lalu, bagaimana dengan industri atau perusahaan dengan tingkat kecelakaan tinggi? Maka Petugas P3K harus mengikuti kebutuhan tiap perusahaan.

Lalu mengapa harus ada Petugas P3K di setiap perusahaan? Apakah fungsinya sama dengan petugas K3 yang ada di perusahaan tersebut?

Petugas P3K dianggap penting karena perannya dalam menangani korban kecelakaan sesaat setelah terjadi insiden. Petugas P3K dibekali untuk bisa melakukan pertolongan pertama. Tujuannya, supaya korban kecelakaan segera ditangani oleh orang yang paham tentang kecelakaan kerja. Selain itu juga untuk menurunkan risiko luka korban menjadi lebih parah.

Lebih lanjut, sebenarnya Petugas P3K memiliki tugas yang cukup penting dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Apa saja tugas dari Petugas tersebut?

  1. Melaksanakan Tindakan P3K

Petugas P3K harus paham dan bisa melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Hal ini untuk menurunkan risiko luka korban menjadi lebih parah. Misalnya saja ada kecelakaan kebakaran. Petugas P3K harus segera melakukan evakuasi korban. Setelah berada di lokasi aman, lakukan pertolongan pertama. Misalnya saja dengan menenangkan korban kemudian mengurangi nyeri akibat luka bakar. Jika kondisi luka parah, segera antar korban ke pusat kesehatan terdekat. Tujuannya supaya segera memperoleh pengobatan yang lebih lengkap dan profesional.

  1. Merawat Perlengkapan P3K

Setiap perusahaan harus memiliki perlengkapan P3K. Hal ini untuk memudahkan Petugas P3K maupun karyawan lainnya untuk menggunakannya. Terutama saat terjadi kondisi darurat.

Apa saja perlengkapan yang harus ada di perusahaan terkait P3K?

  • Ruang Pertolongan Pertama/Ruang Kesehatan

Memiliki ruangan khusus untuk melakukan pertolongan pertama sangat diajurkan. Pasalnya, suangan khusus kesehatan memiliki standar kebersihan yang terjamin. Selain itu, ruangan kesehatan juga bisa digunakan untuk karyawan yang butuh istirahat sebentar karena sakit atau setelah terjadi insiden kecil.

  • Kotak P3K

Kotak P3K sebaiknya ada di setiap ruangan. Apalagi jika perusahaan atau instansi besar dan memiliki karyawan banyak. Kotak tersebut sebaiknya bisa diakses oleh seluruh karyawan yang membutuhkan.

Apa saja isi dari kotak P3K tersebut? Isinya, perban, kapas, plester, obat merah, alkohol 70%, senter, masker, tensimeter, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.

  • Alat Evakuasi dan Transportasi

Memiliki alat evakuasi korban juga sangat dianjurkan. Hal ini untuk memudahkan menolong korban saat terjadi kecelakaan. Apalagi jika kecelakaan yang terjadi cukup besar dan korban harus segera dipindahkan ke lokasi aman.

Apa saja alat evakuasi yang dimaksud? Misalnya saja tandu, kursi roda, dan sebagainya.

Selanjutnya, memiliki alat transportasi khusus untuk mengantar korban kecelakaan ke pusat kesehatan juga harus dimiliki perusahaan. Tujuannya supaya korban kecelakaan bisa segera dibawa ke pusat kesehatan dan memperoleh penanganan medis yang lengkap.

  • Peralatan Khusus Sesuai Dengan Risiko Industri

Setiap industri memiliki risiko yang berbeda. Oleh karena itu, Petugas P3K harus jeli saat mengadakan peralatan. Sesuaikan peralatan P3K dengan risiko yang sering terjadi di industri tempat bekerja.

Misalnya saja, di industri migas, sering terjadi ledakan atau kebakaran. Maka alat P3K yang harus ada adalah obat untuk menangani luka bakar. Sedangkan di industri konstruksi, kebanyakan karena jatuh atau tertimpa barang konstruksi. Maka perlengkapan P3K yang wajib ada adalah obat perawatan luka luar.

  1. Mencatat Setiap Kegiatan P3K

Tugas dari Petugas P3K selanjutnya adalah melakukan pencatatan untuk setiap kegiatan yang dilakukan. Tujuannya adalah untuk arsip petugas. Selain itu, data tersebut sangat dibutuhkan untuk dilaporkan pada petugas kesehatan di Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan lain yang menangani korban.

  1. Melaporkan Kegiatan P3K pada Pengurus

Setelah melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan P3K, Petugas juga harus bisa membuat laporan. Laporan bisa dibuat secara tertulis maupun lisan. Laporan tersebut kemudian dilaporkan pada atasan, atau pengurus K3 di perusahaan.

Prinsip Kerja Petugas P3K

Melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan memang bukan tugas yang mudah. Dibutuhkan kerja cepat, efisien, dan tepat sasaran. Jangan sampai, karena ingin segera menolong korban, sampai mengesampingkan kondisi luka. Misalnya saja untuk korban jatuh dari ketinggian, disarankan untuk tidak memindahkan korban secara tergesa. Sebaiknya amati dulu lukanya, apakah ada patah tulang serius dan pendarahan yang parah. Pasalnya, untuk luka serius, memindahkan korban secara sembarang bisa memperburuk kondisinya.

Oleh karena itu, Petugas P3K memiliki prinsip dasar saat melakukan tugasnya. Apa saja prinsip dasar tersebut?

  • Pastikan Saat Melakukan Pertolongan Berada di Tempat Aman

Saat melakukan pertolongan pada korban, harus memastikan lokasi aman. Jika tempat kejadian kecelakaan tidak aman, segera evakuasi korban ke lokasi aman. Setelah itu, baru lakukan pertolongan pada luka yang diderita. Jangan sampai, Petugas P3K menjadi korban selanjutnya karena tidak memperhatikan prinsip kerja tersebut.

  • Menangani Korban Secara Cekatan dan Efisien

Korban sebaiknya ditangani dengan segera dan secara efisien. Tujuannya supaya kondisi korban tidak bertambah parah, atau bahkan bisa ditangani segera.

  • Melakukan Pencatatan Tentang Bantuan yang Diberikan

Melakukan pencatatan terhadap bantuan yang sudah dilakukan juga sangat penting. Laporan tersebut bisa digunakan untuk dilaporkan pada rumah sakit. Supaya tahu sudah sejauh mana pengobatan pertama yang dilakukan serta mengetahui kondisi korban lebih baik. Selain itu, bisa digunakan untuk data Petugas P3K.

Tips Memberikan Pertolongan Pertama

Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan memang tidak semudah teori. Pasalnya, saat terjadi kecelakaan, reaksi kebanyakan orang adalah panik dan menyelamatkan diri. Namun, Petugas P3K tidak demikian. Petugas dituntut untuk tetap tenang supaya bisa menguasai situasi. Kemudian, melakukan rencana bagaimana bisa menolong korban, namun tetap aman.

Dengan demikian, setiap Petugas P3K harus memiliki bekal ilmu yang cukup. Termasuk bagaimana cara menguasai diri supaya bisa menjalankan tugas di situasi yang serba panik.

Berikut beberapa tips untuk bisa memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan cekatan dan efisien.

  • Usahakan Tetap Tenang

Mampu menguasai diri sendiri adalah kunci sukses menjadi Petugas P3K. Saat Petugas bisa tenang menghadapi kecelakaan kerja, maka rencana menolong korban pun bisa dilakukan dengan baik.

Tips supaya bisa tetap tenang saat terjadi kecelakaan adalah besar atau kecil insiden yang terjadi. Kemudian, coba fokus pada korban yang harus ditolong. Jika dibutuhkan, bisa mencari bantuan untuk membawa korban ke lokasi yang aman.

  • Saat Melakukan Pertolongan, Usahakan Lokasi Aman

Supaya proses memberikan pertolongan pertama bisa berjalan baik, bawa korban ke lokasi aman. Jika lokasi aman, maka Petugas bisa lebih tenang saat melakukan pertolongan. Jangan sampai Petugas menjadi korban selanjutnya karena melakukan pertolongan di lokasi berbahaya.

  • Perhatikan Kondisi Korban dengan Baik

Setelah berada di lokasi aman, perhatikan kondisi korban. Apakah detak jantungnya masih normal? Kemudian apakah pernapasan masih lancar? Lalu adakah luka atau memar di tubuh akibat kecelakaan?

Setelah memastikan semuanya, segera lakukan pengobatan pertama. Pengobatan pertama biasanya untuk mencegah luka bisa bertambah parah. Misalnya saja pada pendarahan. Maka fokus petugas adalah menghentikan pendarahan sebelum bertambah parah.

  • Segera Buat Rencana Merujuk Korban ke Pusat Medis Terdekat

Ketika kondisi korban parah, sebaiknya segera buat rencana ke pusat kesehatan terdekat. Tujuannya supaya korban segera mendapat pengobatan yang lebih lengkap.

Bahkan untuk korban insiden yang tidak terlihat parah, sebaiknya tetap di rujuk pada pusat kesehatan. Tujuannya untuk menghindari luka dalam yang tidak terdeteksi.

  • Memiliki Nomor Telepon Pusat Medis Terdekat

Untuk memudahkan dalam menangani korban, memiliki nomor telepon pusat medis terdekat juga sangat disarankan. Ini untuk memudahkan Petugas saat membawa korban ke pusat medis.

Tugas seorang Petugas P3K ternyata cukup vital. Pasalnya melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan tidak mudah. Harus memiliki dasar tentang ilmu kesehatan. Oleh karena itu, Petugas P3K membutuhkan pelatihan khusus.

Salah satu tempat training untuk Petugas P3K adalah PT Ayana Duta Mandiri. Perusahaan ini bergerak di bidang training K3 dan Uji kompetensi yang profesional. Bahkan sertifikasi dan sertifikat yang dikeluarkan dari BNSP.

Petugas P3K Tersertifikasi

Menjadi seorang Petugas P3K di perusahaan memang harus memiliki sertifikasi. Sertifikat ini menandakan bahwa orang tersebut sudah lulus uji kompetensi mengenai P3K.

Oleh karena itu, mengikuti training sebelum melakukan uji kompetensi sangat disarankan. Hal ini supaya calon Petugas P3K, bisa menguasai kompetensi yang harus dimiliki.

Tujuan mengikuti training dan uji kompetensi adalah memiliki sumber daya manusia yang handal. Kemudian bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Lalu syarat apa yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti training dan melakukan uji kompetensi? Berikut syarat dan kompetensi yang harus dikuasai saat mendaftar di PT Ayana Duta Mandiri.

  • Daftar Unit Kompetensi 
 

No.

 

Kode Unit

 

Judul Unit

Jenis Standar (Standar Khusus/Standar Internasional/SKKNI)
1. B.060018.023.02 Melakukan Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Kerja SKKNI K3 MIGAS

 

  • Bukti Kelengkapan Dasar Pemohon 
No. Bukti Persyaratan
1. Pas photo 3×4 sebanyak 2 lembar
2. Photo copy Ijazah terakhir
3. Photo copy Sertifikat kursus terkait K3
4. Photo copy KTP / Paspor / Kitas
5. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
6. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)

 

  • Persyaratan Pendidikan 
No. Bukti Persyaratan
1 Sarjana S1 pengalaman kerja nol tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas P3K yang akan diases
2 Diploma D3 dengan pengalaman nol tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas P3K yang akan diases
3 SLTA Sederajat mempunyai pengalaman kerja pada bidang K3 minimal 1 tahun, serta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terkait K3 sesuai dengan skema Petugas P3K yang akan diases

 

  • Bukti Kompetensi Yang Relevan 
No. Rincian Bukti Pendidikan/Pelatihan, Pengalaman Kerja, Pengalaman Hidup
1. Ada bukti video/photo praktek memperagakan pertolongan pernafasan buatan
2. Ada bukti video/photo praktek memperagakan pertolongan perdarahan
3. Ada bukti video/photo praktek memperagakan pertolongan luka bakar

 

Peran Petugas P3K dalam sebuah perusahaan memang sangat penting. Tidak hanya untuk mengurangi penderitaan korban, bahkan Petugas P3K banyak yang menyelamatkan nyawa seseorang. Banyak kecelakaan kerja yang bisa berakibat fatal jika tidak segera memperoleh bantuan dengan tepat dan cepat.

Tidak dipungkiri, pertolongan yang diberikan Petugas P3K memang cukup sederhana. Hal ini karena peralatan yang dimiliki pun sederhana. Namun, bisa dimanfaatkan untuk mengurangi sakit, bahkan mencegah luka lebih parah. Menurut Anda, bagaimana dengan peran Petugas P3K ini? Apakah setiap perusahaan wajib punya atau tidak?

Leave a Reply