You are currently viewing LOTO (Log Out and Tag Out) | PT. Ayana Duta Mandiri

LOTO (Log Out and Tag Out) | PT. Ayana Duta Mandiri

 

Beberapa kecelakaan kerja yang sampai mengakibatkan kematian atau fatality umumnya terjadi karena pekerjaan tersebut berhubungan dengan penggunaan peralatan atau mesin yang tidak putus atau berhenti. Jenis peralatan dan mesin tersebut di antaranya seperti motor listrik, mesin pemotong, pompa, peralatan dengan sistem hidrolik, dan lain sebagainya.

Agar dapat terhindar dari resiko yang fatal, maka dibutuhkan suatu prosedur keselamatan kerja dalam upaya melindungi pekerja yang berdekatan atau berhubungan langsung dengan circuit dan peralatan bertenaga listrik, hidrolik, maupun tekanan tinggi, dari cidera dan resiko kecelakaan yang lebih parah. Prosedur keselamatan seperti ini umumnya dikenal dengan istilah LOTO (Log Out and Tag Out).

Sekilas tentang LOTO (Log Out and Tag Out)

LOTO (Log Out and Tag Out) merupakan suatu prosedur keselamatan dan keamanan kerja dengan mematikan sumber energi dari peralatan yang bertenaga besar, serta mengunci dan memberikan tanda. Oleh sebab itu, lock out dalam istilah ini merupakan penguncian secara fisik sumber-sumber tenaga dari circuit dan peralatan setelah dimatikan. Sedangkan istilah tag out mengacu pada proses pemberian tanda dengan memberikan label yang mudah dibaca pada areal tersebut sebagai penanda bahwa kunci telah dipasang.

Prosedur LOTO ini dilakukan untuk menjamin mesin dan peralatan berbahaya telah dimatikan dan tidak dihidupkan selama pekerjaan dengan resiko yang tinggi ataupun proses perbaikan/perawatan sedang berjalan. Sehingga efek atau resiko bahaya potensial dari peralatan-peralatan berbahaya tersebut bisa dihindari.

Prosedur Umum LOTO (Log Out and Tag Out)

Prosedur LOTO ini di samping untuk melindungi pekerja dari bahaya listrik, mencegah kontak dengan circuit peralatan yang beroperasi, seperti bagian sudut, roda gigi, sumbu, dan sebagainya, prosedur ini juga dilakukan untuk mencegah keluarnya cairan, gas atau bahan berbahaya yang tidak terduga di lingkungan kerja. Adapun prosedur umum dari LOTO (Log Out and Tag Out) ini, yaitu:

  • Mengidentifikasi sumber energi potensial bahaya.
  • Mengisolasi dan mematikan sumber energi tersebut.
  • Mengunci dan memberikan tanda bahaya pada sumber energi.
  • Memastikan proses pengisolasian sumber energi tetap efektif.

Untuk memperoleh seluruh prosedur ini, suatu perusahaan dapat memberikan pelatihan atau training LOTO ini kepada para pekerjanya. PT. Ayana Duta Mandiri bisa menjadi pilihan mitra yang tepat dalam hal ini. Sebab, perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan ini telah memiliki banyak pengalaman dalam hal ini, terutama dalam upaya untuk mewujudkan pedoman safety pada lingkungan kerja.

Mengenal LOTO Lebih Dekat

Sebelum mengikuti training, ada baiknya pekerja mengetahui garis besar LOTO dan pengembangannya.

Tujuan adanya LOTO adalah untuk melindungi mesin kendati dalam kondisi sudah dimatikan. Seringkali ada alat otomatis yang menyala sendiri dan membahayakan sekitarnya Sebab sering ada energi tersimpan yang menyebabkan alat bergerak dalam kondisi mati.

LOTO juga diperlukan untuk mengantisipasi pengoperasian mesin yang tak terkendali atau tiba-tiba. Tujuan lain LOTO tentunya untuk melindungi pekerja dan mesin tersebut.

Lalu kapan Loto tersebut dilakukan. Pertama ketika alat atau mesin digunakan bekerja secara paralel oleh beberapa orang, dengan objek kerja yang berbeda. Kedua, unit yang dikerjakan berukuran besar, sehingga pekerja atau teknisi pengendali mesin tidak terlihat. LOTO juga berlaku pada pekerjaan yang berkelanjutan. Artinya tidak selesai dalam sekali waktu.

Perlu diketahui juga LOTO tidak diterapkan pada mesin atau unit yang tidak bisa menyimpan energi. Kemudian alat atau mesin yang digunakan hanya menggunakan satu jenis energi saja. Sehingga hanya diperlukan sekali tekan untuk menonaktifkan. LOTO juga tidak berlaku pada mesin yang sedang diservis rutin dan tidak berpotensi bahaya.

Langkah-langkah dalam Melakukan LOTO

Materi ini secara lengkap akan diberikan saat training berlangsung. Tentunya dengan penjelasan yang lebih detail. Adanya praktik tentu membuat lebih gampang untuk dipahami oleh peserta.

Peserta training LOTO wajib tahu, bahwa prosedur LOTO harus dikerjakan secara berurutan. Tidak boleh ada yang dilewati, atau hanya sampai pertengahan saja. Mengapa demikian? Untuk memastikan agar pekerja dan peralatan kerja benar-benar aman dari bahaya.

Apa saja sih, langkah dalam pemasangan LOTO itu?

  • Analisis Sumber Bahaya

Langkah pertama yang dilakukan adalah menganalisis sumber energi yang berbahaya. Lakukan pemeriksaan dengan cermat sumber energi dari alat yang digunakan. Termasuk sumber bagian yang mungkin bergerak sendiri di luar kendali. Misalnya karena terletak di lantai yang miring atau akibat tekanan udara dan pegas.

  • Broadcast ke Semua Pihak

Pekerja yang berkaitan dengan mesin tersebut, baik langsung maupun tidak wajib mendapatkan pemberitahuan terkait LOTO.

  • Memutus Sumber Energi Berbahaya

Pekerja bisa memutuskan aliran listrik dari sumbernya. Setelah itu bisa melakukan isolasi area berbahaya tersebut sesuai SOP dari perusahaan. Pekerjaan ini juga bisa dilakukan dama tim. Salah satu menjadi isolasi officer. Setelahnya lakukan pengujian untuk memastikan sumber energi benar-benar terputus.

  • Pasang Lock

Jika sumber energi sudah dipastikan diputus, pasang Lock untuk memastikan tidak ada siapa pun yang dapat menghidupkannya. Jangan lupa pasang tagging di titik isolasi yang telah ditentukan. Tujuannya untuk menginformasikan ke pekerja lainnya atas pekerjaan yang dilakukan.

  • Lanjutkan Pekerjaan

Setelah isolasi dipastikan aman, selanjutnya pekerja bisa melanjutkan pekerjaan sampai selesai shift. Apabila pekerjaan Anda belum selesai, maka Anda harus menginformasikan adanya pekerjaan tertunda ke supervisor. Isolasi yang dilakukan tetap harus terpasang.

Sementara itu, isolasi tetap harus ada untuk menghindari adanya kerusakan akibat pengoperasian oleh karyawan lain lantaran tidak mengetahui Jangan lupa, pastikan isolasi officer memiliki kunci dari tag yang dipasang. Pekerja bisa menyimpan kunci di kotak isolasi yang telah disediakan.

  • Amankan Area Kerja

Usai pekerjaan selesai, jangan lupa amankan area kerja Anda dengan cara merapikan dan melakukan pembersihan. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pastikan tidak ada pekerja yang ada di daerah tersebut. Pastikan juga tidak ada peralatan yang tertinggal.

  • Lepaskan Tagging

Setelah pekerjaan selesai, dan semua aman Anda bisa melepas semua gembok dan tagging. Kemudian sambungkan kembali mesin atau perangkat dengan sumber energi yang ada. Setelahnya uji peralatan yang telah diperbaiki, pastikan semua berfungsi dengan baik. Sumber energi juga telah kembali terpasang dan pekerjaan pun semakin mudah.

Ketika melakukan isolasi, pastikan dengan langkah yang berurutan dan benar. Training LOTO akan menambah pengetahuan pekerja. Selain itu juga menambah kepekaan pekerja. Harapannya tentu pekerja mampu menganalisis potensi bahaya sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan aman sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

Ketika memilih lembaga training, pastikan lembaga tersebut memiliki trainer yang andal. Training K3 dibutuhkan oleh perusahaan agar hasil kerja maksimal. Pekerja mulai dari teknisi sampai level manager harus punya kepekaan dan kesadaran terhadap potensi bahaya.

Pengetahuan yang sama dan merata penting dimiliki, karena potensi bahaya di area kerja bisa terjadi kapan saja. Inilah yang harus diantisipasi oleh perusahaan. Jangan sampai angka kecelakaan kerja meningkat, karena ketidaktahuan pekerja terhadap SOP yang ada.

Semua karyawan terkait wajib mengikuti training dari awal sampai akhir. Tujuannya agar tidak ada yang ketinggalan dan missinformasi terkait pelaksanaan LOTO. Adanya praktik untuk mengetahui sampai sejauh mana peserta mampu memahami. Tentunya agar ilmunya bisa langsung dipraktikkan.

Training Log Out dan Tag Out Wajib untuk Karyawan

Salah satu materi wajib dalam K3 adalah training Log Out dan Tag Out atau yang dikenal dengan LOTO. Peralatan kerja yang tidak dimatikan ketika selesai bekerja, bisa menjadi penyebab kecelakaan kerja. Terutama bagi pekerja yang masuk di shift berikutnya, bisa berisiko terjadi kecelakaan.

Peralatan berbahaya misalnya saja motor listrik, mesin pemotong, peralatan yang menggunakan mesin hidrolik, pipa uap panas bertekanan tinggi, dan mesin yang menggunakan tenaga pembangkit lainnya. Itu sebabnya prosedur Lock Out dan Tag Out (LOTO) diperlukan.

Perusahaan yang menggunakan mesin-mesin tersebut wajib mengadakan training LOTO, yang menjadi bagian dari K3. Pekerja atau karyawan mulai dari operator, teknisi, sampai jajaran manajerial wajib mengikuti dan mengetahui prosedur LOTO yang ditetapkan.

Pekerjaan yang menggunakan mesin hidrolik atau pipa uap bertekanan tinggi memang berisiko. LOTO diperlukan untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja atau ketika berada di dekat peralatan tersebut.

Untuk Lock Out prosedur yang dilakukan adalah mengunci sumber tenaga setelah peralatan dimatikan. Jadi, prosedur mematikan mesin saja tidak cukup. Ada prosedur mengunci sumber tenaga.

Supervisor dan juga tim K3 perusahaan wajib memberikan petunjuk berupa label di mesin tersebut. Pastikan label yang ditempel bertuliskan kunci telah dipasang. Label tersebut juga harus mudah dibaca dan terlihat oleh pekerja yang ada di area tersebut.

Bukan hanya melindungi pekerja. Adanya kebijakan LOTO dalam perusahaan juga berfungsi untuk melindungi peralatan lainnya. Ketika alat beroperasi, tidak menutup kemungkinan muncul gas atau carian yang berbahaya. Hal tersebut tidak dapat diduga sebelumnya. Prosedur LOTO juga melindungi peralatan dari risiko tersebut.

Pada training LOTO, peserta akan diberikan materi dari pengantar sampai praktik. Misalnya saja mulai dari perundangan atau dasar diadakannya training LOTO, manfaat LOTO, cara penguncian dan pelabelan LOTO, studi kasus, praktik, dan evaluasi. Pelatihan yang lengkap tersebut wajib diikuti oleh teknisi, mekanik, engineers, supervisor, kepala departemen, dan petugas keamanan.

Leave a Reply