PT. Ayana Duta Mandiri – Konsultan, Pelatihan K3, Inspeksi dan Sertifikasi

Gambar Juru Ikat Beban (Rigger)

Bidang industri memang dikenal memiliki ciri khusus, seperti padat modal, penggunaan teknologi tinggi, dan tentu saja memiliki resiko yang tinggi pula. Terutama pada bagian kerja yang membutuhkan tenaga fisik, seperti juru angkat dan ikat beban (Rigger). Jenis pekerjaan seperti ini tentunya tidak dapat dilakukan begitu saja, tetapi harus memiliki kualitas SDM yang kompeten dan bisa diandalkan.

Berbicara mengenai Juru Ikat Beban (Rigger) memang bukanlah suatu hal yang patut untuk disepelekan. Sebab resiko yang berkaitan dengan jenis pekerjaan ini juga termasuk cukup besar. Oleh sebab itu, tak heran jika bidang pekerjaan ini juga memiliki standar operasionalnya sendiri.

Sekilas tentang Juru Ikat Beban (Rigger)

Rigger atau juru ikat dalam istilahnya merupakan tenaga kerja yang dibekali dengan kemampuan khusus dalam melakukan kegiatan ikat mengikat beban. Selain memiliki keahlian pengikatan, Rigger juga umumnya turut terlibat dalam kelancaran suatu operasi pengangkatan barang dalam suatu kegiatan perindustrian. Adapun alat khusus yang umumnya digunakan oleh seorang Juru Ikat Beban (Rigger) yaitu adalah Sling. Sling ini dapat berupa sling serat alam maupun sling serat sintetik. Namun tak jarang, alat angkat sling ini juga bisa dijumpai dalam rupa rantai atau baja.

Meskipun terdengar sederhana, namun tugas seorang Rigger memiliki tanggungajawab dan resiko yang tidak kecil. Jika terjadi suatu kesalahan yang kecil saja dalam menjalankan tugasnya, yaitu dalam kegiatan rigging, maka resiko yang jauh lebih besar mungkin saja bisa terjadi, seperti kecelakaan kerja, kerusakan alat, dan resiko lainnya yang mungkin lebih parah. Maka tak mengherankan jika bagian pekerjaan ini juga membutuhkan keahlian dan kompentensi SDM yang baik.

Standar Kompetensi Rigger

Untuk selalu memastikan keamanan dan keselamatan dalam lingkungan kerja, terutama bagi pekerja Rigger, maka Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI telah mengeluarkan standar dalam melakukan kegiatan rigging tersebut. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugasnya sebagai juru ikat beban, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah kondisi materi dan berat beban yang diangkat, serta pemilihan alat dan teknik yang akan digunakan.

Untuk memastikan standar kompetensi Rigger tersebut tetap terpenuhi oleh setiap pekerja dalam bidang tersebut, maka suatu perusahaan perindustrian sebaiknya membekali para pekerjanya dengan pelatihan Juru Ikat Beban (Rigger) agar tercipta SDM yang berkualitas dan dapat diandalkan. PT. Ayana Duta Mandiri sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan bisa menjadi mitra yang tepat dalam hal ini. Pasalnya, perusahaan ini telah berpengalaman dalam menjadi konsultan manajemen keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja pada berbagai bidang perindustrian di Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buka Diskusi
Ada yang bisa dibantu??
Hallo
Ada yang bisa dibantu?